Jakarta - Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta telah memastikan bahwa satu warga asal Kulon Progo yang diduga terpapar hantavirus dinyatakan negatif. Meskipun demikian, Komisi IX DPR mendesak pemerintah untuk memperkuat surveilans guna mencegah potensi penularan virus tersebut.
Apresiasi Langkah Cepat Dinkes DIY
Wakil Ketua Komisi IX DPR Fraksi PDIP Charles Honoris mengapresiasi langkah cepat dan transparan Dinkes DIY dalam melakukan pemeriksaan dan memastikan kondisi tersebut. "Terkait informasi suspek Hanta Virus di DIY yang kemudian telah dipastikan negatif oleh Dinas Kesehatan, tentu kita mengapresiasi langkah cepat dan transparan dari Dinkes DIY," ujarnya di Jakarta, Senin (11/5/2026).
Menurut Charles, kejadian ini menjadi pengingat penting bahwa penguatan surveilans penyakit menular harus terus dilakukan. Ia menekankan perlunya memastikan sistem surveilans berjalan baik hingga ke daerah, termasuk kesiapan fasilitas kesehatan, laboratorium, serta mekanisme deteksi dini dan pelaporan yang cepat.
Koordinasi Global dan Sosialisasi Masyarakat
Charles juga mendorong penguatan koordinasi pemerintah dengan otoritas kesehatan negara lain dan lembaga kesehatan internasional. "Pemerintah perlu terus memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan otoritas kesehatan di berbagai negara serta lembaga kesehatan internasional untuk memonitor perkembangan dan penyebaran virus ini secara global," katanya. Langkah ini penting agar Indonesia dapat melakukan antisipasi lebih dini dan menyiapkan respons kesehatan masyarakat secara tepat.
Ia mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. "Ikuti informasi resmi dari pemerintah maupun otoritas kesehatan," pungkasnya.
Sementara itu, anggota Komisi IX DPR Fraksi NasDem Irma Suryani Chaniago mendorong pemerintah melakukan sosialisasi langsung ke masyarakat. "Kemenkes sudah on the track dalam memberikan informasi ke publik melalui sosialisasi Germas, namun memang harus dilakukan dengan turun langsung juga karena tidak semua masyarakat punya gadget yang memadai dan belum lagi masih banyak wilayah yang masih blank spot," jelasnya, Senin (11/5/2026).
Ketua DPP NasDem ini merujuk data Kemenkes yang mencatat 17 kasus hantavirus di Indonesia pada 2025 dan lima kasus pada 2026. Meskipun temuan kasus relatif rendah, ia meminta masyarakat tetap waspada.
Hasil Negatif Suspek di Kulon Progo
Sebelumnya, Dinkes Kabupaten Kulon Progo mengungkapkan hasil laboratorium Kementerian Kesehatan yang menyatakan suspek hantavirus di wilayah tersebut negatif. "Pada tahun 2026 ini memang ada suspek hantavirus, tetapi hasilnya sudah keluar dua hari lalu dan hasilnya negatif," kata Kepala Dinkes Kulon Progo Susilaningsih, Minggu (10/5/2026).
Menurutnya, salah satu warga Kulon Progo yang diduga terkena hantavirus telah menjalani pemeriksaan laboratorium Kemenkes dan diklarifikasi oleh Dinkes setempat dan Dinkes Provinsi DIY. "Iya, (hasilnya) negatif. Ini informasi dari Kemenkes, Dinas Kesehatan DIY sudah klarifikasi ke pusat. Jadi di Kulon Progo tidak ada kasus di manusia yang positif hantavirus," tegas Susilaningsih.
Meskipun hasilnya negatif, masyarakat di Kabupaten Kulon Progo tetap diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan penyakit zoonosis tersebut, terutama yang ditularkan melalui tikus.



