Kakorlantas Polri Irjen Pol. Wibowo mengingatkan seluruh jajarannya untuk bersiap menghadapi tantangan baru di era perkembangan teknologi, terutama maraknya hoaks dan konten provokatif yang berpotensi membentuk opini negatif terhadap institusi Polri. Hal ini disampaikan Wibowo kepada wartawan pada Senin, 6 Juli 2026.
Teknologi dan Bonus Demografi Jadi Tantangan
Menurut Wibowo, pesatnya perkembangan teknologi dan bonus demografi menjadi dua potensi besar yang akan memengaruhi pelaksanaan tugas fungsi lalu lintas ke depan. “Teknologi sudah menjadi kebutuhan mutlak masyarakat. Namun kita juga harus menghadapi berbagai informasi yang tidak berdasar, hoaks, hingga konten yang sengaja mengangkat kembali peristiwa lama untuk membentuk opini negatif terhadap suatu lembaga,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Dua potensi besar yang kita hadapi saat ini adalah bonus demografi dan kemajuan teknologi. Keduanya akan memunculkan berbagai tantangan di bidang fungsi lalu lintas yang harus kita siapkan sejak sekarang.”
Disiplin Lalu Lintas Masih Rendah
Selain tantangan di ruang digital, Wibowo juga menyoroti masih rendahnya disiplin masyarakat dalam berlalu lintas. Pelanggaran seperti melawan arus hingga kendaraan bermotor yang melintas di trotoar masih kerap ditemukan. “Lalu lintas merupakan cermin budaya bangsa,” katanya.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, Wibowo meminta seluruh jajaran Korlantas Polri dan Ditlantas Polda memperkuat edukasi kepada masyarakat, meningkatkan pengawasan, serta menegakkan hukum secara konsisten. Hal ini diharapkan dapat membangun budaya tertib berlalu lintas yang lebih baik di tengah perkembangan zaman.
Langkah Antisipasi yang Diperlukan
Wibowo menekankan pentingnya kesiapan sejak sekarang dalam menghadapi tantangan digital dan demografis. Ia menginstruksikan jajarannya untuk meningkatkan literasi digital masyarakat agar tidak mudah terpengaruh hoaks. Selain itu, penegakan hukum yang tegas terhadap pelanggar lalu lintas juga harus terus dilakukan secara berkelanjutan.
“Kita harus siap menghadapi segala kemungkinan. Edukasi dan penegakan hukum yang konsisten adalah kunci untuk menciptakan lalu lintas yang tertib dan aman,” pungkas Wibowo.



