Hoaks Tautan Rekrutmen Program Penggerak HAM 2026, Ini Faktanya
Hoaks Tautan Rekrutmen Program Penggerak HAM 2026

Beredar di media sosial tautan yang diklaim sebagai akses pendaftaran program Penggerak Hak Asasi Manusia (HAM) 2026 dari Kementerian HAM. Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi tersebut adalah hoaks. Tautan yang dibagikan merupakan modus pencurian data pribadi.

Narasi yang Beredar

Informasi dan tautan rekrutmen program Penggerak HAM dibagikan dalam unggahan Facebook pada Juli 2026. Narasi yang disertakan mengajak masyarakat untuk mendaftar melalui tautan tersebut.

Hasil Penelusuran Fakta

Tim Cek Fakta Kompas.com melakukan verifikasi dengan menghubungi Kementerian HAM. Pihak kementerian menegaskan bahwa program Penggerak HAM 2026 tidak pernah ada. Tautan tersebut dipastikan sebagai upaya phishing untuk mencuri data pribadi pengguna.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Menurut Kementerian HAM, masyarakat diimbau untuk tidak mengklik tautan mencurigakan dan selalu memeriksa informasi resmi melalui kanal komunikasi resmi kementerian.

Dampak dan Imbauan

Pencurian data pribadi dapat menyebabkan kerugian finansial dan penyalahgunaan identitas. Masyarakat diharapkan lebih waspada terhadap informasi lowongan kerja atau program pemerintah yang tidak jelas sumbernya.

Kementerian HAM mengingatkan agar tidak menyebarkan tautan hoaks tersebut dan melaporkan akun yang menyebarkannya ke pihak berwenang.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga