Seorang hakim di Ekuador, Lady Pachar, tewas ditembak saat negara tersebut berada dalam keadaan darurat akibat kejahatan terorganisir. Insiden terjadi saat ia dalam perjalanan menuju pusat kebugaran di kota Machala, barat daya Ekuador.
Pembunuhan Hakim Lady Pachar
Badan pengawas peradilan Ekuador dalam pernyataan resminya pada Senin (11/5) menyebut pembunuhan Lady Pachar sebagai "serangan serius terhadap keadilan dan supremasi hukum di Ekuador". Peristiwa penembakan terjadi pada Senin saat Pachar bepergian dengan mobil ke sebuah pusat kebugaran di Machala.
Polisi setempat mengungkapkan bahwa dua pengawal pribadi tidak mendampingi hakim tersebut saat insiden berlangsung. Machala merupakan ibu kota provinsi El Oro yang berbatasan langsung dengan Peru. Sumber kepolisian menyebutkan bahwa hakim telah menerima ancaman sebelumnya dan tewas sebagai balasan atas pembebasan anggota geng.
Latar Belakang Kejahatan Terorganisir di Ekuador
Sekitar 70 persen narkotika yang diproduksi oleh Kolombia dan Peru—produsen kokain terbesar dan kedua terbesar di dunia—dikirim melalui Ekuador. Presiden Daniel Noboa, sekutu kuat pemimpin AS Donald Trump di kawasan Amerika Latin, telah menjadikan pemberantasan penyelundup kokain sebagai prioritas utama sejak menjabat pada 2023.
Langkah-langkah yang diambil Noboa meliputi pengerahan tentara di jalanan dan penjara, penggerebekan dramatis di benteng narkoba, serta pernyataan keadaan darurat yang kerap dikritik kelompok hak asasi manusia. Meskipun kebijakan garis keras diterapkan, angka pembunuhan justru meningkat hingga mencapai rekor 9.216 kematian akibat kekerasan pada tahun lalu.



