Damkar Jakarta Barat Gunakan Robot untuk Atasi Asap Beracun Kebakaran Gudang
Damkar Jakbar Gunakan Robot Antisipasi Asap Beracun

Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat menggunakan robot untuk memadamkan kebakaran gudang di Jalan Rawa Melati A, Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat. Langkah ini diambil karena adanya potensi gas beracun dari material bahan kimia atau gas yang terbakar.

Robot Pemadam untuk Keselamatan Personel

Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakbar, Syaiful Kahfi, menjelaskan bahwa penggunaan unit robotik bertujuan untuk menghindarkan personel dari kontak langsung dengan asap beracun. "Ya, salah satu fungsi unit robotik ini adalah untuk menghindarkan personel berhadapan langsung dengan potensi racun dari asap. Jadi kita gunakan mobil robotik," ujarnya, Selasa (12/5/2026).

Namun, operasi robot pemadam yang membutuhkan tekanan air tinggi menyebabkan unit tersebut harus ditarik setelah setengah jam beroperasi. Pemadaman pun dilanjutkan secara manual. "Nanti mungkin saat proses pendinginan, unit robotiknya baru kita mainkan lagi," tutur Syaiful.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Strategi Pemadaman Manual dengan Masker Khusus

Potensi gas berbahaya dari asap kebakaran membuat petugas pemadam mengenakan masker khusus saat melakukan pemadaman manual. Selain robot, petugas juga mengoperasikan nozzle dari berbagai sisi pergudangan yang terbakar. Meskipun terkendala sumber air, strategi ini efektif untuk mencegah api merembet ke bangunan lain.

"Jadi, kita memadamkan dari berbagai sisi secara maksimal. Ada penembakan dari dua nozzle di titik tersebut, dua nozzle di tengah, dua nozzle di samping, dan dua nozzle di depan. Kurang lebih total ada 10 nozzle yang kita operasikan," kata Syaiful.

Personel dan Armada Dikerahkan

Damkar menerjunkan total 25 unit mobil pemadam dan 125 personel gabungan dari Jakarta Barat dan Jakarta Utara. "Total ada 22 unit dari Jakarta Barat dan 3 unit dari Jakarta Utara. Karena ada warga yang melapor juga ke Kantor Sektor Kamal, jadi mereka memberangkatkan lebih dulu tiga unit yang posisinya persis berada di belakang lokasi," jelas dia.

Belum dapat dipastikan apakah bangunan gudang yang terbakar merupakan satu kesatuan atau milik pihak berbeda. Namun, ia memastikan sejauh ini tidak ada laporan korban jiwa. "Untuk sementara nihil, tidak ada korban. Mudah-mudahan tidak ada korban jiwa," papar Syaiful.

Ledakan Beruntun Akibat Bahan Kimia dan Gas

Ledakan beruntun dalam kebakaran tersebut berasal dari banyaknya botol berisi bahan kimia dan gas di dalam gudang. Damkar mengatakan botol-botol itu tersambar api sehingga meledak. "Ternyata gudang ini isinya banyak bahan kimia dan gas. Seperti tadi, banyak terjadi ledakan. Ledakannya itu berasal dari barang-barang kecil, seperti botol tiner, tapi mungkin bukan tiner. Awal-awal memang banyak sekali ledakan," kata Syaiful.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga