Anggota BPK Bobby Rizaldi Penuhi Panggilan KPK, Diperiksa sebagai Saksi Suap Muara Enim
Anggota BPK Bobby Rizaldi Penuhi Panggilan KPK

Anggota V Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Bobby Rizaldi memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis, 16 Juli 2026. Ia diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap terkait pengondisian hasil audit BPK di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, yang menjerat Bupati Muara Enim nonaktif, Edison.

Kedatangan Bobby di Gedung KPK

Bobby tiba di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, sekitar pukul 09.57 WIB. Ia mengenakan kemeja batik biru putih dan didampingi sejumlah orang. Saat dimintai keterangan, ia hanya berkata singkat, "Kita hadir hari ini."

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo sebelumnya mengonfirmasi bahwa Bobby dijadwalkan menjalani pemeriksaan pada pekan ini. "Memang dijadwalkan di pekan ini oleh penyidik. Kami meyakini saudara BB ketika dilakukan pemanggilan oleh penyidik akan kooperatif, hadir, dan memberikan keterangan yang dibutuhkan oleh penyidik," ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pentingnya Keterangan Bobby

Menurut Budi, keterangan Bobby diperlukan untuk membantu penyidik mengungkap secara utuh perkara dugaan suap terkait pengondisian hasil audit BPK di Kabupaten Muara Enim. "Tentunya setiap keterangan dari saksi membantu proses penyidikan sehingga keterangan ini dapat mengungkap seterang-terangnya dari perkara yang sedang ditangani," jelasnya. Budi meminta publik menunggu perkembangan lebih lanjut. "Jadi, ditunggu saja teman-teman nanti jadwalnya. Kami akan terus update perkembangan dari penyidikan perkara ini," katanya.

Penggeledahan Rumah Bobby

Pemanggilan Bobby dilakukan setelah tim penyidik KPK menggeledah rumahnya pada Senin, 13 Juli malam hingga Selasa, 14 Juli 2026 dini hari. "Jadi, penggeledahan berlangsung cukup lama dari Senin malam dan berakhir Selasa dini hari. Jadi, memang dua hari penyidik melakukan penggeledahan," kata Budi. Ia menambahkan, "Jadi, memang ada bukti-bukti yang dibutuhkan oleh penyidik untuk kemudian terus dilakukan pencarian karena memang keterangan atau informasi itu dibutuhkan oleh penyidik untuk membantu proses pengungkapan perkara ini."

Penggeledahan dilakukan dalam rangka penyidikan dugaan suap terkait pengondisian hasil audit BPK di Pemerintah Kabupaten Muara Enim. Dari penggeledahan tersebut, penyidik menyita sejumlah barang bukti elektronik yang selanjutnya akan dianalisis untuk kepentingan penyidikan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga