Waka MPR Kawal Proyek Irigasi Sulteng Rp 325 M untuk Swasembada Pangan
Waka MPR Kawal Proyek Irigasi Sulteng Rp 325 M

Wakil Ketua MPR RI, AM Akbar Supratman, menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi dan mengawal pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi. Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional dan mewujudkan swasembada pangan, khususnya di Provinsi Sulawesi Tengah.

Latar Belakang Inpres Irigasi

Presiden Prabowo Subianto pada 30 Januari 2025 telah menetapkan Inpres Nomor 2 Tahun 2025 yang bertujuan mempercepat pencapaian swasembada pangan berkelanjutan melalui penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Inpres ini ditujukan kepada sejumlah menteri koordinator, menteri, serta gubernur dan bupati/wali kota di seluruh Indonesia.

Akbar menekankan bahwa sektor pertanian tidak akan mampu berkembang optimal tanpa sistem irigasi yang memadai. Kondisi jaringan irigasi di berbagai daerah saat ini masih memerlukan perhatian serius, baik dari sisi pembangunan baru maupun rehabilitasi saluran yang rusak.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Komitmen Mengawal Inpres

“Ketersediaan air merupakan kebutuhan utama bagi sektor pertanian. Karena itu, pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi harus menjadi prioritas nasional khususnya di daerah Provinsi Sulawesi Tengah. Saya siap memfasilitasi dan mengawal usulan Instruksi Presiden agar seluruh kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan memiliki pedoman yang sama dalam mempercepat pembangunan irigasi,” ujar Akbar pada Kamis (16/7/2026).

Akbar menjelaskan bahwa keberadaan Inpres akan memperkuat koordinasi lintas sektor sehingga program pembangunan irigasi tidak berjalan sendiri, melainkan terintegrasi dalam satu kebijakan nasional. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.

Irigasi sebagai Investasi Strategis

Lebih lanjut, Akbar mengungkapkan bahwa irigasi merupakan infrastruktur dasar yang berdampak langsung terhadap peningkatan indeks pertanaman, produktivitas lahan, efisiensi penggunaan air, serta keberlanjutan produksi pangan nasional. Oleh karena itu, pembangunan irigasi harus dipandang sebagai investasi strategis bagi masa depan bangsa.

Indonesia berpotensi menjadi lumbung pangan dunia jika didukung infrastruktur pertanian yang memadai, termasuk jaringan irigasi modern, efisien, dan berkelanjutan. “Di Sulawesi Tengah kita memiliki sumber daya alam yang luar biasa. Yang perlu kita lakukan adalah memastikan seluruh infrastruktur pendukung pertanian tersedia dengan baik sehingga petani dapat meningkatkan produktivitasnya. Ketahanan pangan adalah bagian penting dari ketahanan nasional,” tegasnya.

Alokasi Anggaran untuk Sulawesi Tengah

Khusus untuk Provinsi Sulawesi Tengah, Akbar menjelaskan bahwa daerah ini berpotensi memperoleh dukungan anggaran yang signifikan. Dari 12 kabupaten dan 1 kota di Sulawesi Tengah, masing-masing kabupaten direncanakan memperoleh alokasi sekitar Rp 25 miliar untuk program pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi.

Dengan skema tersebut, 13 kabupaten/kota di Sulawesi Tengah berpotensi menerima total anggaran sekitar Rp 325 miliar, di luar kemungkinan alokasi untuk Kota Palu apabila termasuk dalam cakupan program sesuai ketentuan pemerintah. Anggaran tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki saluran irigasi yang rusak, meningkatkan jaringan irigasi yang sudah ada, serta mendukung pembukaan lahan pertanian produktif.

Dampak Ekonomi dan Kolaborasi

Akbar mengungkapkan bahwa percepatan pembangunan irigasi akan memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan petani, serta penguatan ekonomi nasional.

Terkait hal ini, Akbar menyatakan akan terus membangun komunikasi dengan Komisi V DPR RI, Kementerian PUPR, pemerintah daerah, akademisi, organisasi petani, dan berbagai pemangku kepentingan guna menghimpun masukan yang dapat menjadi bahan penyusunan kebijakan yang komprehensif. Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian melalui pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga

“Pembangunan irigasi bukan hanya soal membangun saluran air, tetapi membangun masa depan petani, memperkuat ketahanan pangan, dan menjaga kedaulatan bangsa. Semangat gotong royong dan kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci keberhasilan agenda besar ini,” tutup Akbar.