Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengungkapkan visi Presiden Prabowo Subianto dalam membangun ekonomi nasional melalui Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Presiden ingin perputaran uang dan pertumbuhan ekonomi tidak lagi terpusat di kota-kota besar, melainkan digelontorkan ke desa-desa agar masyarakat desa menjadi pelaku utama ekonomi, bukan sekadar objek atau penerima manfaat.
Masyarakat Desa Kini Punya Akses Permodalan
Ferry menjelaskan bahwa pembukaan akses permodalan secara masif bertujuan agar warga pedesaan benar-benar berdaya. "Sekarang dibukakan akses permodalan, tidak lagi masyarakat di desa dan kelurahan hanya menerima sedekah, tapi mereka diberikan akses permodalan. Yang ini menjadi pertama kalinya oleh Bapak Presiden," ujar Ferry dalam keterangannya, Kamis (16/7). Ia menegaskan bahwa Presiden tidak percaya pada teori trickle down effect yang hanya menghasilkan beberapa ratus konglomerat.
Lima Tujuan Operasional KDKMP
Ferry menjabarkan lima tujuan operasionalisasi KDKMP sebagai langkah konkret pemerintah. Pertama, mendistribusikan barang-barang subsidi seperti gas, beras, minyak, dan pupuk langsung ke masyarakat terbawah melalui koperasi desa. Kedua, menyediakan layanan gerai obat dan klinik sederhana agar layanan kesehatan terjangkau bagi warga desa.
Micro Finance Bebaskan dari Rentenir dan Pinjol
Ketiga, melalui kegiatan micro finance, KDKMP membebaskan masyarakat desa dari jeratan rentenir, pinjaman online ilegal, dan utang lainnya. Keempat, koperasi ini akan menyerap seluruh hasil produk masyarakat desa, termasuk tanaman pangan, peternakan, perikanan, kerajinan, dan produk UMKM lokal.
Logistik Percepat Mobilitas Barang
Kelima, KDKMP menyediakan sarana logistik untuk mempercepat arus mobilitas barang dari dan ke desa. Ferry berharap program ini membawa keberkahan dan nilai ibadah bagi semua pihak. "Insyaallah kita diberikan kesempatan oleh sejarah, kita punya andil yang terbaik untuk bisa menjadikan ini ladang amal yang terbaik juga untuk kita semua," tutup Ferry.
Dengan langkah ini, Presiden Prabowo berkomitmen mengangkat harkat dan martabat masyarakat pedesaan serta menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 8 persen.



