Program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih atau KDMP serta Koperasi Kelurahan Merah Putih yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto telah berjalan dan mencatatkan nilai transaksi yang signifikan. Berdasarkan data terbaru di Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Simkopdes) per Selasa (14/7/2026) siang, total nilai transaksi yang telah dilakukan mencapai Rp 56.699.304.941 dari 53.869 volume transaksi.
Provinsi dengan Transaksi Tertinggi
Beberapa provinsi tercatat telah memiliki transaksi di Kopdes Merah Putih yang mencapai nominal miliaran rupiah. Data menunjukkan bahwa kontribusi terbesar berasal dari provinsi-provinsi dengan jumlah koperasi desa yang aktif dan volume transaksi yang tinggi. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat ekonomi desa melalui koperasi sebagai motor penggerak.
Menurut keterangan resmi, Menteri Koperasi (Menkop) Ferry menjelaskan bahwa koperasi kini juga bisa mengelola tambang batu bara dan mineral, memberikan peluang baru bagi pengembangan usaha koperasi. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan anggota koperasi dan masyarakat sekitar.
Dampak dan Harapan ke Depan
Dengan capaian transaksi yang sudah mencapai puluhan miliar rupiah, program Kopdes Merah Putih dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat desa. Pemerintah menargetkan agar seluruh desa di Indonesia dapat mengakses dan memanfaatkan program ini secara optimal. Ke depan, diharapkan volume transaksi terus meningkat seiring dengan sosialisasi dan pendampingan yang lebih intensif.
Program ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mendorong kemandirian ekonomi desa dan mengurangi ketimpangan ekonomi antarwilayah. Dengan adanya koperasi yang kuat, desa-desa diharapkan mampu mengelola potensi lokal secara mandiri dan berkelanjutan.



