PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus menunjukkan komitmennya dalam transformasi hijau dengan meraih lima sertifikat Green Label Indonesia predikat Platinum dari Green Product Council Indonesia (GPCI). Penghargaan ini menegaskan posisi SIG sebagai pemimpin dalam pengembangan bahan bangunan rendah emisi di Indonesia.
Lima Pabrik SIG Raih Green Label Platinum
Lima pabrik SIG yang mendapatkan sertifikat Green Label Indonesia predikat Platinum meliputi SIG Pabrik Tuban, PT Semen Tonasa (Pabrik Pangkep), serta PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Pabrik Narogong, Pabrik Cilacap, dan Pabrik Lhoknga. Sertifikat ini diberikan oleh GPCI sebagai pengakuan atas produk bahan bangunan yang ramah lingkungan dan rendah emisi.
Komitmen Keberlanjutan SIG
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian ini. Menurutnya, sertifikat tersebut menjadi motivasi bagi SIG untuk terus berinovasi dalam pengembangan semen hijau dan produk turunannya yang lebih rendah emisi. “Sertifikat Green Label Indonesia menjadi bukti nyata bahwa produk bahan bangunan yang diproduksi oleh SIG tidak hanya terjamin mutu dan kualitasnya, tetapi juga membantu pelanggan untuk mendapatkan produk yang lebih rendah emisi dan membangun dengan lebih bertanggung jawab,” ujar Vita dalam keterangan tertulis pada Rabu (29/4/2026).
Vita menambahkan bahwa SIG secara konsisten menerapkan prinsip keberlanjutan yang terintegrasi dalam strategi bisnis perusahaan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui praktik pertambangan yang baik, adopsi teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) untuk efisiensi energi, pemanfaatan limbah dan sampah sebagai bahan baku dan bahan bakar alternatif dengan prinsip ekonomi sirkular, pengembangan energi terbarukan, serta proses distribusi berkelanjutan.
Semen Hijau SIG: Rendah Karbon Hingga 38%
Dengan menerapkan prinsip keberlanjutan di setiap tahapan operasi, SIG mampu menghadirkan semen hijau dan produk turunannya yang inovatif, berkualitas, dan rendah karbon. Vita menjelaskan bahwa semen hijau SIG tercatat lebih rendah karbon hingga 38% dibandingkan dengan semen konvensional (OPC). Hal ini menjadikan semen hijau SIG sebagai solusi konstruksi ramah lingkungan yang mendukung upaya pelestarian lingkungan.
Vita juga mengajak masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk bijak memilih produk bahan bangunan yang bertanggung jawab dan turut serta dalam aksi pelestarian lingkungan. “Semen hijau SIG adalah solusi untuk konstruksi ramah lingkungan yang rendah karbon, yang merupakan buah karya anak bangsa sebagai bentuk kepedulian dan keberpihakan terhadap kelestarian lingkungan dan bumi,” jelasnya.



