SDN Kebayoran Lama Ambruk 2 Tahun, Siswa Numpang Belajar Sore
SDN Kebayoran Lama Ambruk 2 Tahun, Siswa Numpang Belajar

Bangunan SD Negeri Kebayoran Lama Selatan 09 di Jakarta Selatan telah ambruk sejak November 2024 dan belum diperbaiki selama dua tahun. Akibatnya, sekitar 200 siswa terpaksa menumpang belajar di SDN Kebayoran Lama Selatan 11 yang berada di sebelahnya. Proses belajar mengajar terganggu karena siswa harus masuk sekolah pada siang hari, mulai pukul 13.00 hingga 17.00 WIB.

Kondisi Bangunan yang Memprihatinkan

Berdasarkan pantauan di lokasi, bangunan sekolah tampak terbengkalai. Besi penyangga atap melintir dan bertumpuk tak beraturan. Genting pecah berserakan di lantai, bercampur puing plafon, kayu, buku, dan alat tulis yang tertutup debu tebal. Sejumlah bangku dan meja belajar masih tersusun namun tertimbun reruntuhan atap.

Di salah satu sudut dinding, jadwal piket kelas masih menempel, menjadi saksi aktivitas siswa sebelum gedung ditinggalkan. Empat ruang kelas dan satu unit kesehatan sekolah (UKS) roboh. Hanya lorong yang berjarak beberapa meter dari reruntuhan yang masih utuh, digunakan sebagai ruang kepala sekolah dan administrasi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dampak pada Siswa dan Orang Tua

Orang tua siswa, Evi (33), mengungkapkan ketidaknyamanan akibat menumpang di sekolah lain. "Karena kan numpang jadi sekolah sore baru kita, jadinya anak-anak juga mungkin kurang nyaman namanya kita menumpang ya gitu kan. Jadinya anak-anak kurang untuk leluasalah," ujarnya.

Selain jam belajar yang tidak menentu, anak-anak kehilangan waktu untuk pendidikan agama. "Karena kan sekarang masuknya siang, jadi anak-anak yang tadinya ngaji sekarang jarang yang ngaji. Sudah dua tahun tidak ngaji lagi gitu. Kan ngajinya itu di sore, habis asar biasanya kan. Kita kan di sini pulang sekolahnya jam 5, dari jam 1 sampai jam 5. Jadinya anak-anak di sore itu ya sudah untuk aktivitas agama jadinya nggak nyaman, kita belajar pun nggak nyaman," keluhnya.

Kronologi Ambruknya Bangunan

Evi menceritakan, gedung tidak roboh sekaligus. Peristiwa terjadi saat libur pilkada pada 27 November 2024. Tidak ada orang di sekolah saat gedung mulai mengalami kerusakan. "Awalnya ya itu kejadian kan pas libur pilkada. Jadi nggak ada yang tahu, penjaga sekolah pun nggak ada yang tahu," kata Evi.

Tanda-tanda kerusakan terlihat pada pagi hari, bangunan miring secara perlahan. "Warga sekitar aja yang (tahu), dari warga sekitar awalnya itu pagi hari sekitar jam 06.30 atau jam 07.00-an lah, sekitar jam segitu. Robohnya itu juga nggak langsung, pelan, nggak langsung 'bruk' seperti ini. Pelan," jelasnya. Bangunan baru ambruk saat hujan deras sore harinya, membuat struktur yang sudah miring akhirnya benar-benar roboh.

Janji Gubernur DKI Jakarta

Menanggapi viralnya kejadian ini, Gubernur DKI Jakarta Pramono memastikan bangunan akan diperbaiki. Ia mengaku baru mengetahui kondisi sekolah setelah videonya viral di media sosial. "Yang pertama saya ingin jawab ini SD negeri di Kebayoran Lama. Tentunya segera kami tangani dan saya terus terang baru tahu ketika ini viral," kata Pramono di Kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (21/7).

Pramono mengatakan luasnya Jakarta membuat tidak semua persoalan terpantau. Karena itu, ia memberikan atensi khusus terhadap persoalan yang menjadi sorotan publik. "Jadi lapangannya memang Jakarta yang begitu luas. Sering kali kalau bagi saya yang viral-viral itu malah pasti saya kasih atensi khusus untuk segera diselesaikan," ujarnya. Ia pun memastikan perbaikan akan segera dilakukan. "Jadi untuk SD negeri di Kebayoran Lama ini segera kami selesaikan. Pokoknya segera kami selesaikan," tegasnya.

Para orang tua murid berharap ada perhatian langsung dari Pemprov DKI Jakarta. "Cuma kita ingin Pemprov DKI bisa tolong bantu untuk sekolah kami ini gitu kan, agar disegerakan, anak-anak agar bisa nyaman untuk belajar kembali seperti biasanya gitu," sebut Evi. "Besar harapan kami gitu kan sebagai orang tua murid minta tolong untuk ya Gubernur khususnya ya kan untuk tindak lanjutnya sekolah kami ini gitu aja sih. Minta yang terbaik, yang terbaik sudah gitu aja kita," pungkasnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga