Dari Pulau Arar Papua, Ragaia Buktikan PNM Mekaar Ubah Nasib Keluarga
Ragaia Buktikan PNM Mekaar Ubah Nasib Keluarga di Papua

Di berbagai pelosok Indonesia, akses terhadap layanan keuangan formal menjadi tantangan bagi masyarakat, terutama di kawasan pesisir dan kepulauan timur. Namun, kisah Ragaia Sosir dari Pulau Arar, Papua Barat Daya, membuktikan bahwa perubahan bisa dimulai dari mana saja.

Perjalanan Ragaia Bersama PNM Mekaar

Ragaia adalah nasabah PNM Mekaar sejak 2021. Ia memiliki harapan sederhana untuk keluarganya, yaitu menyekolahkan anak dan merenovasi rumah agar lebih layak huni. Dengan pembiayaan dan pendampingan dari PNM Mekaar, ia mulai menata kembali rumahnya sedikit demi sedikit, mulai dari kamar mandi, kamar tidur, jendela, hingga bagian lain secara bertahap.

"Dulu saya hanya berpikir anak-anak bisa tetap sekolah dan rumah bisa perlahan lebih layak. Setelah ikut PNM Mekaar, saya merasa ada jalan untuk usaha. Kami mulai dari kecil saja, perbaiki kamar mandi, kamar, jendela, sedikit-sedikit. Yang penting tetap berjalan, supaya keluarga bisa hidup lebih baik," ujar Ragaia dalam keterangan tertulis, Jumat (5/6/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dari Nasabah Menjadi Ketua Kelompok

Perjalanan Ragaia tidak berhenti sebagai nasabah biasa. Konsistensinya membuat ia dipercaya menjadi Ketua Kelompok Mekaar di wilayahnya. Dari posisi itu, ia melihat satu masalah nyata: warga harus menyeberang pulau hanya untuk mengakses layanan keuangan. Ragaia kemudian memutuskan menjadi agen BRILink, keputusan yang lahir dari pengamatan atas kebutuhan warga sekitar, sekaligus menjadi peluang usaha yang memberi manfaat lebih luas bagi lingkungannya.

Pemberdayaan dari Wilayah Terpencil

Kisah Ragaia menunjukkan bahwa pemberdayaan bisa tumbuh dari ruang-ruang kecil di wilayah paling jauh, ketika akses pembiayaan, pendampingan, dan keberanian untuk memulai bertemu. Melalui PNM Mekaar, Ragaia kini tidak hanya memperbaiki kehidupan keluarganya, tetapi juga mengajak perempuan di sekitarnya untuk berani melangkah seperti yang ia lakukan. Ia menjadi satu dari 22,9 juta masyarakat Indonesia yang telah memperoleh layanan PNM, bukti bahwa pemberdayaan tidak hanya hadir di pusat kota, tetapi juga menjangkau pesisir, pulau-pulau kecil, dan pelosok negeri.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga