Prabowo: Koperasi Soko Guru Ekonomi, Penguatannya Tidak Lemahkan Sektor Lain
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa koperasi merupakan salah satu pilar utama perekonomian nasional. Dalam acara Puncak Hari Koperasi Nasional di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12/7/2026), ia menyatakan bahwa upaya pemerintah memperkuat koperasi tidak dimaksudkan untuk melemahkan sektor ekonomi lainnya.
"Kalau kita memperkuat koperasi, bukan berarti kita akan memperlemah yang lain. No!" ujar Prabowo dengan tegas di hadapan ribuan peserta yang hadir.
Keyakinan Indonesia Mampu Bangkit Mandiri
Prabowo menyampaikan optimisme bahwa Indonesia dapat tumbuh kuat di semua lini perekonomian. Ia percaya bangsa ini mampu bangkit menjadi negara yang mandiri dan berdaulat secara ekonomi.
"Kita perkuat, Indonesia kaya, Indonesia akan bangkit, dan Indonesia akan mampu memperkuat semua kekuatan di Republik Indonesia ini," tegas Presiden.
Pernyataan tersebut disambut antusias oleh para peserta yang terdiri dari pengurus koperasi dari berbagai daerah. Sebelumnya, Menteri Koperasi telah melaporkan kepada Presiden bahwa 15.845 Koperasi Desa (Kopdes) sudah berhasil dibangun di seluruh Indonesia.
Tantangan bagi yang Ragu terhadap Masa Depan Bangsa
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyentil pihak-pihak yang masih ragu dengan masa depan Indonesia. Ia mempersilakan mereka yang pesimistis untuk mencari negara lain sebagai tempat tinggal.
"Yang ragu-ragu, duduk di rumah saja. Yang merasa Indonesia suram, silakan kalau mau cari negara lain, tidak ada yang melarang," ucap Prabowo.
Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk terus maju tanpa terhambat oleh sikap skeptis sebagian kalangan. Presiden optimistis bahwa dengan penguatan koperasi dan sektor lainnya, Indonesia akan mencapai kemajuan yang signifikan.



