Polisi Temukan Brankas Berisi Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M di Sentul
Polisi Temukan Brankas Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M

Kepala Kortastipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto mengungkapkan penemuan brankas berisi tujuh koper berisi emas batangan dan uang tunai di rumah mewah Parahyangan Golf II, Sentul City, Kabupaten Bogor. Brankas tersebut berisi 74 kilogram emas batangan, US$ 4.767.300, SGD 14.083.800, dan Rp 100 juta, dengan estimasi total Rp 476 miliar.

Penggeledahan 12 Lokasi

Sejak Rabu (8/7/2026), tim gabungan Kortastipidkor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menggeledah 12 lokasi di Jakarta, Tangerang Selatan, dan Kabupaten Bogor. Sasaran meliputi kantor perusahaan, rumah pribadi, apartemen, dan tempat usaha, termasuk PT CBS, PT KNI, Kafe de'Clan Signature, Koin Money Changer, dan rumah di Sentul.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyatakan penggeledahan ini bagian dari penyidikan tiga perkara dugaan korupsi yang saling berkaitan: dugaan korupsi penanganan blackout batu bara di PLN, dugaan korupsi pengelolaan PT Asabri periode 2020-2025, dan dugaan korupsi penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI pada 2020-2025. Penyidik juga mendalami dugaan suap, gratifikasi, dan TPPU.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Temuan di Kafe de'Clan Signature

Di Kafe de'Clan Signature, Cipete, Jakarta Selatan, penyidik menemukan brankas tersembunyi di balik lemari buffet di lantai dua. Dari lokasi ini, polisi menyita SGD 3.130.000, US$ 889.965, dan Rp 259.159.000, total hampir Rp 60 miliar. Selain itu, di Koin Money Changer, Cipete Selatan, diamankan 71 item barang bukti dan mata uang asing senilai Rp 7,2 miliar.

Proses Pembukaan Brankas

Seorang ahli kunci bernama Roy asal Ciawi, Kabupaten Bogor, membantu membuka brankas di rumah Sentul pada Rabu malam (8/7/2026). Roy dihubungi polisi sekitar pukul 21.30 WIB dan hanya butuh 15 menit membuka brankas dengan grinda. Brankas tersebut berukuran 1,5 m x 80 cm, memiliki dua lapisan baja, sistem pengaman kombinasi angka dan kunci manual, serta tersembunyi di balik lemari kamar lantai dua. Roy menyebut brankas itu "istimewa" dengan harga sekitar Rp 20 juta.

"Tadi sama Polres, Polres Bogor dipanggil. Ditelepon suruh datang ke sini. Karena ada kerjaan suruh bongkar brankas katanya," kata Roy. Ia hanya melihat koper-koper dari luar tanpa mengetahui isinya.

Status Penyelidikan

Totok menegaskan hingga kini belum ada tersangka. "Itu masih dalam proses pendalaman oleh penyidik," ujarnya. Seluruh barang bukti, termasuk dokumen, telepon genggam, dan foto keluarga, disita untuk penyidikan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga