Jakarta – Polda Metro Jaya bersama Kortas Tipikor Polri menggeledah sebuah kafe dan money changer di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, sebagai bagian dari penyidikan tiga kasus dugaan korupsi besar. Total 12 lokasi digeledah secara serentak pada Rabu (8/7/2026).
12 Lokasi Digeledah, Sebagian Masih Berproses
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengonfirmasi penggeledahan dilakukan di 12 lokasi. Dari jumlah tersebut, 10 lokasi masih dalam proses penggeledahan, sementara dua lokasi telah selesai, yaitu Kafe de'Clan Signature dan Koin Money Changer di Cipete.
Berikut daftar 12 lokasi yang digeledah:
- PT CBS, Cengkareng Timur, Jakarta Barat (proses)
- PT CBS (Kantor Pusat), Penjaringan, Jakarta Utara (proses)
- PT KNI, Petojo Selatan, Jakarta Pusat (proses)
- Rumah Sdr. MN, Serpong Utara, Tangerang Selatan (proses)
- Kafe de'Clan Signature, Cipete, Jakarta Selatan (selesai)
- Koin Money Changer, Cipete Selatan, Jakarta Selatan (selesai)
- Rumah Sdr. TK, Mega Kuningan, Jakarta Selatan (proses)
- Kantor/Grup DMG/CP, Kuningan, Jakarta Selatan (proses)
- PT PML, Karet Kuningan, Jakarta Selatan (proses)
- Rumah Sdr. DR, Gandaria Selatan, Jakarta Selatan (proses)
- Rumah Sdri. MILDK, Apartemen Pacific Place (proses)
- Rumah di Sentul, Kabupaten Bogor (proses)
Joint Investigation Tiga Kasus Korupsi
Kakortas Tipikor Polri Irjen Totok Suharyanto menyatakan pengusutan kasus-kasus ini dilakukan secara joint investigation antara Kortas Tipikor dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Tiga kasus yang ditangani meliputi dugaan korupsi pengadaan batu bara yang memicu blackout di Sumatra, kasus ASABRI tahun 2020-2025, dan kasus penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI (anak perusahaan BUMN Krakatau Steel) tahun 2020-2025.
“Saat ini, Kortas Polri sedang melaksanakan dengan skema joint investigation dengan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dalam penanganan perkara korupsi dan pencucian uang pada proses penanganan hukum terhadap perkara PLN BB, kemudian ASABRI tahun 2020 sampai 2025, dan perkara dugaan korupsi dalam proses penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI tahun 2020-2025,” ujar Irjen Totok.
Atensi Presiden Prabowo Subianto
Kombes Budi Hermanto menegaskan bahwa pengusutan kasus ini mendapat atensi langsung dari Presiden Prabowo Subianto. “Ini merupakan atensi Bapak Presiden untuk dugaan-dugaan kasus korupsi menjadi perhatian kepolisian untuk melaksanakan pengungkapan dan proses penyidikan. Rangkaian penggeledahan ini bagian dari proses penyidikan di dalam mencari, mengumpulkan barang bukti untuk pemenuhan dalam proses penyidikan,” kata Budi seusai penggeledahan di Cafe de'Clan, Cipete, Jakarta Selatan.
Budi menambahkan bahwa kasus yang diusut meliputi dugaan suap, gratifikasi, dan pencucian uang. “Dari Kortas Tipikor bersama Polda Metro Jaya dalam melakukan penyidikan dugaan kasus korupsi meliputi suap, gratifikasi, dan pencucian uang. Ada beberapa lokasi saat ini secara serempak dilaksanakan rangkaian penggeledahan, termasuk di lokasi sekarang di Cafe de'Clan dan Coin Money Changer. Ini kaitan tentang dugaan korupsi blackout batu bara PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel,” ujarnya.
Dampak dan Tindak Lanjut
Penggeledahan ini merupakan langkah awal dalam pengumpulan barang bukti untuk memperkuat proses penyidikan. Polisi berharap dapat mengungkap aliran dana dan pihak-pihak yang terlibat dalam ketiga kasus korupsi yang merugikan negara tersebut. Kasus blackout di Sumatra akibat dugaan korupsi pengadaan batu bara PLN menjadi salah satu fokus utama, mengingat dampaknya yang meluas terhadap masyarakat.



