Pemkot Parepare Kurangi Personel Paskibraka Akibat Efisiensi Anggaran 2026
Pemkot Parepare Kurangi Personel Paskibraka karena Efisiensi

Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare mengurangi jumlah personel Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) untuk pelaksanaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai dampak penyesuaian anggaran pada tahun 2026.

Penurunan Anggaran Signifikan

Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa Kesbangpol Kota Parepare, Andi Fariel, mengungkapkan bahwa anggaran pembinaan Paskibraka tahun ini mengalami penurunan signifikan. Jika pada 2025 mencapai sekitar Rp700 juta, maka pada 2026 anggaran yang tersedia hanya berada di kisaran Rp300 juta.

"Kalau mau dibilang pengurangan, tidak juga. Kalau seandainya dari awalnya 70, baru pelaksanaannya ini 35, berarti kami ada pengurangan. Tapi kami hanya melaksanakan sesuai anggaran yang tersedia untuk tahun ini," kata Andi Fariel kepada wartawan, Jumat (17/7).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Rekrutmen dan Penempatan Personel

Andi Fariel menjelaskan dari total 38 peserta yang direkrut, satu orang terpilih menjadi Paskibraka tingkat nasional di Istana Negara dan dua orang mewakili Sulawesi Selatan di tingkat provinsi. Sementara 35 orang akan bertugas sebagai Paskibraka Kota Parepare.

Meski jumlah personel lebih sedikit dibanding tahun-tahun sebelumnya, Andi Fariel memastikan pelaksanaan upacara pengibaran bendera tetap berjalan sesuai ketentuan dengan formasi pokok pasukan 17, pasukan 8, dan pasukan 45.

"Kalau pada saat gladi itu 35 butuh tambahan, maka opsinya itu penambahannya di purna Paskibraka tahun kemarin," ungkapnya.

Perbandingan dengan Tahun Sebelumnya

Andi Fariel menjelaskan, pada tahun-tahun sebelumnya jumlah Paskibraka di Parepare berkisar antara 55 hingga 75 orang, tergantung kebutuhan dan ketersediaan anggaran. "Kalau yang secara umumnya itu sekitar bisa 70 orang, bisa 75 orang, bisa 71 orang, bisa juga 55 orang. Untuk saat ini 35 orang," ujarnya.

Penurunan personel ini merupakan yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir, dari rata-rata 70 orang menjadi hanya 35 orang.

Efisiensi Tanpa Mengorbankan Kualitas

Andi Fariel menegaskan bahwa efisiensi anggaran tidak akan mengurangi kualitas pelaksanaan upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI di Kota Parepare. "Ya tergantung, kalau kita mau pakai fasilitas, maksudnya kebutuhannya anak Paskibraka itu harganya yang bagus sekali, pasti agak tinggi juga anggarannya, tapi kalau kita pakai harga yang sedang, sedang juga," jelasnya.

Dengan anggaran yang lebih terbatas, Pemkot Parepare berupaya tetap menyelenggarakan upacara pengibaran bendera secara khidmat dan sesuai protokol.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga