Pemkab Batang Bangun 3 TPS3R Senilai Rp1,8 Miliar, Atasi Darurat Sampah
Pemkab Batang Bangun 3 TPS3R Senilai Rp1,8 Miliar

Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, membangun tiga Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) di wilayah perkotaan dengan investasi mencapai Rp 1,8 miliar. Langkah ini diambil sebagai upaya mengatasi darurat sampah di daerah tersebut.

Investasi dan Lokasi Pembangunan

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang, Rusmanto, menyatakan bahwa masing-masing lokasi TPS3R dialokasikan dana pembangunan sekitar Rp 600 juta. Anggaran tersebut mencakup infrastruktur bangunan hingga penyediaan alat pengolah sampah. Pemerintah daerah telah memetakan lokasi-lokasi krusial di Kecamatan Batang untuk memecah kepadatan sampah yang selama ini menumpuk di tempat pembuangan sementara. Tiga lokasi TPS3R berada di Kelurahan Kauman, Kasepuhan, dan Proyonanggan Selatan.

Modernisasi Tata Kelola Sampah

Rusmanto menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk modernisasi tata kelola sampah serta upaya mengatasi darurat sampah. Pemerintah daerah akan meningkatkan status dari tempat pembuangan sampah biasa menjadi TPS3R dengan sentuhan estetika. Bangunan TPS3R akan diberi kamuflase agar tidak terlihat langsung dari pinggir jalan, misalnya dengan menanam tanaman sebagai pagar.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kapasitas Pengolahan Sampah

Dengan hadirnya tiga TPS3R baru ini, setiap lokasi diproyeksikan mampu mengolah hingga 15 ton sampah per hari. Hal ini diharapkan menjadi solusi ampuh untuk mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Randu Kuning yang saat ini menerima kiriman 90 hingga 100 ton sampah per hari. Selain itu, fungsi TPA Randu Kuning akan bertransformasi total seiring dengan larangan praktik pembuangan terbuka. TPA Randu Kuning akan diubah menjadi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).

Dampak Positif bagi Lingkungan

Pembangunan TPS3R ini diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Dengan adanya fasilitas ini, Kabupaten Batang optimistis dapat mengatasi masalah sampah secara lebih efektif dan ramah lingkungan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga