OTT KPK di Sumut: Penyidik Bawa Koper Misterius ke Polrestabes Medan
OTT KPK di Sumut: Koper Misterius Dibawa ke Polrestabes Medan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Sumatra Utara pada Kamis (2/7/2026) malam. Operasi ini menyasar dua lokasi, yakni Kota Binjai dan Kabupaten Deli Serdang, dan berhasil mengamankan tiga orang. Salah satu dari mereka diduga merupakan kepala daerah aktif di sebuah kabupaten di Sumatra Utara. Tim penyidik KPK kemudian melanjutkan pemeriksaan di Polrestabes Medan dengan membawa sebuah koper misterius berwarna abu-abu.

Kronologi OTT dan Pemeriksaan di Polrestabes Medan

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tim KPK telah tiba di Polrestabes Medan sejak sore hari. Namun, suasana di lokasi masih tenang tanpa aktivitas mencolok hingga malam tiba. Ketegangan mulai terlihat menjelang tengah malam, sekitar pukul 23.27 WIB, ketika sejumlah orang yang diduga bagian dari tim penyidik KPK mulai bergerak di sekitar ruang Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Medan. Para pria yang mengenakan jaket hitam itu tampak berjalan tergesa-gesa. Mereka sempat melapor di lobi sebelum akhirnya masuk ke ruang Satreskrim sambil membawa sebuah koper berwarna abu-abu. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai isi koper maupun detail pemeriksaan di dalam ruangan tersebut.

Tiga Orang Diamankan, Termasuk Kepala Daerah Aktif

Dari hasil operasi tim KPK di Binjai dan Deli Serdang, total tiga orang berhasil diamankan. Salah satu dari mereka diduga merupakan seorang kepala daerah aktif di salah satu kabupaten di Sumatra Utara. Proses pemeriksaan intensif dikabarkan masih berlangsung di ruang Satreskrim Polrestabes Medan guna menentukan status hukum para pihak yang diamankan dalam waktu 1x24 jam. Sumber Liputan6.com menyebutkan bahwa OTT juga terjadi di Kabupaten Langkat pada malam yang sama. "Benar di wilayah Sumut, tepatnya di Kabupaten Langkat," kata seorang sumber kepada Liputan6.com, Kamis (2/7/2026). Sumber itu belum merinci jumlah orang yang diamankan dalam OTT tersebut. Menurut dia, proses masih terus berlangsung. "Masih dalam proses," tandasnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dampak dan Tindak Lanjut

OTT ini menjadi perhatian publik karena melibatkan kepala daerah aktif. KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan, apakah akan ditetapkan sebagai tersangka atau dilepaskan. Proses pemeriksaan di Polrestabes Medan masih berlangsung hingga berita ini diturunkan. Belum ada pernyataan resmi dari KPK mengenai detail operasi maupun barang bukti yang diamankan, termasuk isi koper misterius yang dibawa penyidik.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga