Gunung Anak Krakatau (GAK) resmi dinaikkan statusnya menjadi level siaga III. Meski demikian, aktivitas nelayan di Kabupaten Pandeglang, Banten, tidak terpengaruh dan mereka tetap melaut untuk mencari ikan.
Nelayan Tetap Beraktivitas
Wakil Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Ranting Labuan, Jumami, menyatakan bahwa para nelayan tetap beraktivitas seperti biasa. "Nelayan mah biasa saja, tetap beraktivitas, tidak ada kendala," kata Jumami saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (5/7/2026).
Jumami menegaskan bahwa HNSI belum mengeluarkan surat edaran yang meminta nelayan menghentikan aktivitas melaut terkait peningkatan aktivitas GAK. Pihaknya hanya mengimbau para nelayan agar tetap waspada dan berhati-hati. "Yang jelas tetap hati-hati karena ada imbauan, tetapi semua tetap melaut," imbuhnya.
Alasan Nelayan Tetap Melaut
Menurut Jumami, aktivitas mencari ikan akan terus dilakukan selama situasi masih memungkinkan. Para nelayan berupaya memenuhi kebutuhan hidup keluarga mereka. "Kalau misalnya dilarang melaut, yang menjamin kehidupan nelayan siapa?" ucapnya.
Meski ada kekhawatiran di kalangan nelayan dan warga setelah mendengar kenaikan status GAK, Jumami menilai mereka sudah terbiasa dengan kondisi tersebut. "Kekhawatiran tetap ada. Tapi erupsi Anak Krakatau bukan baru kali ini, dari dulu juga sudah beberapa kali terjadi, jadi nelayan sudah terbiasa," katanya.
Keluhan Nelayan: Hasil Tangkapan Menurun
Di sisi lain, Jumami mengungkapkan bahwa para nelayan saat ini mengeluhkan pendapatan yang semakin sedikit. Dalam beberapa bulan terakhir, hasil tangkapan ikan mengalami penurunan sekitar 5 hingga 10 persen. "Keluhan sementara justru lagi paceklik, itu yang sekarang dirasakan nelayan. Penurunannya sekitar 5 persen sampai hampir 10 persen," ujarnya.
Imbauan BPBD Pandeglang
Kepala Pelaksana BPBD-PK Pandeglang, Riza Ahmad Kurniawan, mengimbau warga untuk tetap waspada dan tidak mudah mempercayai informasi yang tidak jelas terkait aktivitas GAK. Ia mengajak masyarakat untuk memantau informasi resmi dari BPBD, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), serta Kementerian ESDM.
"Masyarakat di wilayah pantai tetap tenang dan jangan mempercayai isu-isu yang menyebut erupsi Gunung Anak Krakatau akan menyebabkan tsunami. Masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa dengan tetap mengikuti informasi resmi dari PVMBG, Kementerian ESDM maupun BPBD," kata Riza.



