Mensos Gus Ipul Tekankan Program Berbasis Data Tunggal dalam Pelatihan Kepemimpinan
Mensos: Program Kerja Harus Berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan urgensi penyusunan program kerja yang berlandaskan Data Tunggal Sosial Ekonomi dan Nasional (DTSEN) dalam upaya pengentasan kemiskinan. Hal ini disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XII Tahun 2026 yang digelar oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) pada Jumat (22/5/2026).

“Data ini menjadi paling krusial. Jadi kita ini harus benar-benar punya perhatian khusus terhadap data,” ujar Gus Ipul dalam keterangan resmi yang diterima, Jumat (22/5/2026). Ia menekankan bahwa para peserta pelatihan kepemimpinan harus mampu menerjemahkan visi kepala daerah menjadi program dan kegiatan yang konsisten dengan mengacu pada data tunggal tersebut.

“Bagaimana para pimpinan eselon di semua tingkatan mampu menerjemahkan gagasan kepala daerah yang dituangkan dalam bentuk visi-misi, kemungkinan diadopsi menjadi RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah), lalu kemudian diturunkan menjadi program dan unit-unit kegiatan. Itu bisa dijaga konsistensinya,” jelasnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Gus Ipul juga mengungkapkan bahwa setelah dilantik, Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh kementerian dan lembaga untuk memulai kerja dengan menggunakan data yang akurat. Oleh karena itu, pemerintah menerbitkan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). “Presiden menginstruksikan untuk memulai dengan data yang benar. Karena hulunya ini adalah data yang benar,” tegasnya.

Menurut Gus Ipul, selama ini kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah masih memiliki data sendiri sehingga diperlukan konsolidasi bersama. “Kita tahu bahwa sejak Indonesia merdeka kita belum memiliki data yang tunggal yang bisa dijadikan acuan bersama,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa data sosial ekonomi bersifat dinamis, sehingga pemutakhiran harus dilakukan secara cepat dan akurat. Dalam sesi diskusi, salah satu peserta asal Provinsi Bengkulu menyampaikan bahwa pemerintah daerah setempat telah menggunakan DTSEN sebagai acuan penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat miskin. Menanggapi hal tersebut, Gus Ipul menegaskan kembali bahwa data merupakan hal paling krusial dalam penyaluran program sosial.

Di akhir arahan, Gus Ipul meminta seluruh peserta untuk memanfaatkan pelatihan ini guna memperkuat kapasitas sebagai pendamping masyarakat. “Ini adalah suatu kehormatan, ini adalah suatu penghargaan dari negara dan sekaligus merupakan kesempatan bagi Bapak dan Ibu sekalian untuk bisa menambah ilmu, menguatkan tekad, menjadi abdi masyarakat di tempat masing-masing,” pungkasnya.

Sebagai informasi, pelatihan berbasis platform daring dengan tema ‘Kepemimpinan Adaptif dalam Transformasi Tata Kelola’ ini diikuti oleh 49 peserta dari berbagai instansi pemerintahan. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Robben Rico, Kepala BPSDM Sumatera Utara Agustinus Panjaitan, Sekretaris BPSDM Tommy Harahap, serta para pejabat eselon, pejabat administrator, pejabat fungsional, dan widyaiswara.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga