Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, terus menggencarkan sosialisasi pemilahan sampah dari sumbernya, yaitu rumah tangga. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat melalui berbagai forum warga.
Sosialisasi Melalui Forum Warga
Camat Kramat Jati, Kamal Alatas, menyatakan bahwa sosialisasi mengenai pentingnya pemilahan sampah dari rumah terus dilakukan melalui kegiatan warga yang sudah berjalan. Pendekatan berbasis komunitas menjadi strategi utama agar pesan pengelolaan sampah lebih mudah diterima masyarakat.
Beberapa wadah kegiatan yang dimanfaatkan antara lain rapat koordinasi RT dan RW, pertemuan Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), kegiatan PKK, Dasawisma, dan juru pemantau jentik (Jumantik). Edukasi juga disampaikan melalui Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), pertemuan Karang Taruna, dan sosialisasi tatap muka di kantor kelurahan.
Dalam setiap kesempatan, warga diberikan pemahaman mengenai pentingnya memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah. Hal ini dinilai penting untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir sekaligus meningkatkan efektivitas pengolahan sampah di tingkat wilayah.
Tantangan di Lapangan
Meski sosialisasi terus dilakukan, pemerintah kecamatan mengakui masih terdapat sejumlah tantangan. Salah satu kendala utama adalah kebiasaan masyarakat yang masih mencampur sampah dalam satu wadah, sehingga sulit diubah dalam waktu singkat.
Masih terbatasnya pemahaman sebagian warga mengenai pentingnya pemilahan sampah juga menjadi hambatan. Kesadaran masyarakat untuk secara konsisten melakukan pemilahan masih perlu ditingkatkan.
Dari sisi dukungan teknis, keterbatasan sarana dan prasarana seperti tempat sampah terpilah serta mesin pengolah sampah organik turut menghambat optimalisasi program. Oleh karena itu, diperlukan dukungan berkelanjutan agar sistem pengelolaan sampah dapat berjalan lebih efektif.
Harapan ke Depan
Kamal berharap, melalui sosialisasi yang terus digencarkan serta dukungan fasilitas yang lebih memadai, budaya memilah sampah dari sumber dapat semakin mengakar di tengah masyarakat dan menjadi kebiasaan sehari-hari.
Pemerintah Kota Jakarta Timur mendorong pemilahan sampah dari sumbernya untuk mengurangi beban pembuangan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat. Pemkot Jaktim menjalin kolaborasi dengan Pusat Daur Ulang Plastik (PDUP) Ciracas untuk mengelola sampah anorganik. Selain itu, Satuan Tugas (Satgas) Bank Sampah di setiap kelurahan yang telah dibentuk melalui Surat Edaran Wali Kota Nomor e-0005/SE/2026 juga dioptimalkan perannya.



