Kelompok Houthi Yaman yang bersekutu dengan Iran secara resmi mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi, yang berlaku segera. Pengumuman ini disampaikan oleh juru bicara militer Houthi dalam pidato yang disiarkan televisi pada Senin, 20 Juli 2026.
Isi Pengumuman Houthi
Dalam pernyataannya, Houthi menyatakan, "Embargo maritim terhadap musuh kriminal Saudi, berdasarkan prinsip 'mata ganti mata' yang berlaku segera setelah pernyataan ini dikeluarkan." Blokade ini disebut sebagai tanggapan atas "pengepungan yang tidak adil dan menindas terhadap rakyat kami yang tercinta selama hampir 12 tahun, penjarahan sumber daya kami dan pemberlakuan blokade menyeluruh terhadap pelabuhan dan bandara kami melalui darat, laut, dan udara."
Latar Belakang Eskalasi
Langkah ini terjadi setelah Houthi menembakkan rudal ke Arab Saudi pekan lalu. Mereka menuduh kerajaan tersebut membom bandara yang berada di bawah kendali Houthi, yang dianggap melanggar gencatan senjata selama empat tahun. Gencatan senjata informal antara Arab Saudi dan Houthi telah berlaku sejak Maret 2022, setelah serangan Houthi terhadap infrastruktur energi Saudi.
Dampak dan Reaksi
Serangan rudal terbaru merupakan yang pertama diklaim Houthi terhadap Arab Saudi sejak gencatan senjata. Blokade laut ini berpotensi mengganggu jalur pelayaran di Laut Merah, yang merupakan jalur vital bagi perdagangan global. Belum ada tanggapan resmi dari Arab Saudi atau pihak internasional terkait pengumuman ini.



