Jakarta - Meksiko diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,3 pada Jumat (17/7) malam. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia.
Detail Gempa dan Analisis BMKG
BMKG mengungkapkan gempa terjadi pada pukul 21:48:41 WIB. Episenter gempa bumi tektonik ini terletak pada koordinat 14,62° LU ; 92,78° BB, tepatnya di laut 59 km barat daya Tapachula, Meksiko, dengan kedalaman 30 kilometer. Jenis gempa ini adalah gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
"Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami di wilayah Indonesia," ujar Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, dalam keterangannya, Jumat (17/7) malam.
Gempa Susulan dan Imbauan
Hingga pukul 22.37 WIB, BMKG mencatat adanya satu aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo M 6.0. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, serta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa bumi.
Dampak di Meksiko dan Sekitarnya
Menurut laporan AFP, Ynet Global, dan Anadolu Ajansı (AA), pusat gempa berada di lepas pelabuhan Puerto Madero, Chiapas, selatan Meksiko. Gempa terjadi pada pukul 08.48 waktu setempat. Survei Geologi AS (USGS) melaporkan bahwa gempa tersebut memicu peringatan tsunami. Guncangan dengan intensitas sedang hingga tinggi dirasakan di sepanjang wilayah pesisir pantai Meksiko. Gempa juga mengguncang bangunan di Guatemala dan El Salvador.



