Polisi Bongkar Home Industry Etomidate di PIK, WN Singapura Ditangkap
Polisi Bongkar Home Industry Etomidate di PIK

Polres Bandara Soekarno-Hatta berhasil membongkar sebuah rumah di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, yang diduga dijadikan sebagai tempat peracikan dan perakitan cartridge berisi etomidate. Pengungkapan ini merupakan hasil pengembangan dari penindakan paket kiriman yang berisi bahan baku etomidate.

WN Singapura Ditangkap sebagai Peracik

Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan LHM, seorang warga negara (WN) Singapura, yang diduga berperan sebagai peracik atau koki dalam proses produksi cartridge etomidate siap edar. Selain itu, aparat turut menyita ribuan cartridge kosong beserta sejumlah peralatan yang digunakan untuk mengisi cairan etomidate ke dalam cartridge.

Pengembangan Kasus Berawal dari Paket Kiriman

Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Kombes Pol Wisnu Wardana mengatakan pengungkapan kasus bermula dari ditemukannya cairan etomidate yang kemudian dikembangkan hingga mengarah ke sebuah rumah di kawasan PIK. "Dari hasil pengembangan, kami menemukan ribuan cartridge yang telah dipersiapkan untuk produksi massal. Saat ini penyidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap jaringan yang terlibat serta peran masing-masing pelaku," ujar Wisnu, Jumat (17/7).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dia menerangkan penyidik masih mendalami sudah berapa lama aktivitas perakitan tersebut berlangsung, termasuk jumlah cartridge yang telah diproduksi maupun diedarkan. "Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, sekitar dua liter cairan etomidate diperkirakan dapat diolah menjadi hampir 2.000 cartridge siap edar. Namun, angka tersebut masih bersifat estimasi dan akan dipastikan melalui proses penyidikan lebih lanjut," jelas Wisnu.

Bea Cukai Ungkap Modus Pengiriman

Sementara itu, Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, menjelaskan kasus ini berawal dari penindakan terhadap paket kiriman yang berisi dua botol cairan etomidate dengan berat bruto sekitar 2.200 gram. Cairan tersebut disamarkan dalam kemasan sampo untuk mengelabui petugas dan ditindaklanjuti melalui metode control delivery, yakni membiarkan paket tetap dikirim dengan pengawasan ketat hingga tiba di alamat tujuan.

"Dari hasil control delivery, kami bersama Polres Bandara Soekarno-Hatta menemukan lokasi yang diduga digunakan sebagai tempat perakitan cartridge etomidate. Di lokasi tersebut ditemukan cartridge kosong dan berbagai peralatan yang digunakan untuk mengisi cairan etomidate ke dalam cartridge," jelas Hengky.

Modus Berbeda dari Kasus Sebelumnya

Hengky menuturkan, modus yang digunakan pelaku berbeda dengan kasus-kasus sebelumnya. Jika biasanya cartridge berisi etomidate dibawa langsung penumpang dari luar negeri, kali ini bahan baku berupa cairan dikirim secara terpisah melalui perusahaan jasa titipan. Sedangkan cartridge kosong didatangkan dari jalur lain sebelum akhirnya dirakit di dalam negeri.

"Hasil penyelidikan sementara, bahan baku etomidate diketahui berasal dari Malaysia dan dikirim melalui salah satu perusahaan jasa titipan yang beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta," kata Hengky.

Pengembangan Kasus Masih Berlangsung

Saat ini, aparat gabungan masih melakukan pengembangan terkait kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain, jaringan distribusi, serta asal-usul keseluruhan pasokan bahan baku etomidate yang diduga berasal dari luar negeri.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga