Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) resmi meluncurkan program Duta Antihoaks yang menyasar pelajar SMA dari sekolah negeri. Program ini dirancang untuk membentuk generasi muda sebagai agen perubahan dalam melawan hoaks serta meningkatkan literasi digital di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Tujuan Program Duta Antihoaks
Program ini memiliki tiga tujuan utama. Pertama, meningkatkan kemampuan literasi digital generasi muda. Kedua, membekali pelajar agar mampu mengenali, memverifikasi, dan menangkal hoaks. Ketiga, mencetak agen perubahan yang dapat mengedukasi masyarakat mengenai penggunaan ruang digital yang cerdas, aman, dan bertanggung jawab. Demikian dikutip dari laman Jala Hoaks pada Senin (20/7/2026).
Sasaran Peserta Program
Pada penyelenggaraan perdana tahun 2026, program ini diperuntukkan bagi siswa dan siswi SMA Negeri di Provinsi DKI Jakarta. Program ini diharapkan dapat menjadi pilot project yang nantinya diperluas ke sekolah swasta dan jenjang pendidikan lainnya.
Dampak yang Diharapkan
Dengan adanya program Duta Antihoaks, Pemprov DKI Jakarta berharap dapat menekan penyebaran informasi palsu di kalangan pelajar dan masyarakat luas. Para duta antihoaks akan dilatih untuk menjadi penyaring informasi pertama di lingkungan mereka, sehingga mampu menciptakan ekosistem digital yang lebih sehat.



