Dua alumni Penabur Intercultural Junior College Kelapa Gading, Derrick Siswanto dan Kimberly Claudia Gannie, membagikan pengalaman serta kiat mereka dalam menghadapi tantangan kuliah di luar negeri. Derrick saat ini menempuh studi Chemical Engineering di National University of Singapore (NUS) dan berhasil meraih GPA 4,75 dari skala 5,00. Ia juga menjadi peserta Ruangguru Clash of Champions (COC) Season 3.
Disiplin Kunci Sukses Derrick
Menurut Derrick, disiplin menjadi salah satu kunci utama untuk mampu bersaing di lingkungan akademik internasional. Ia mengaku terbiasa mengerjakan tugas dan menghadapi evaluasi akademik setiap hari selama bersekolah di Penabur. "Kebiasaan tersebut membentuk saya menjadi pribadi yang disiplin dan sangat membantu saat menjalani perkuliahan," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (20/7/2026).
Derrick mengatakan, beban tugas yang tinggi dan persaingan ketat di bangku kuliah tidak lagi membuatnya terkejut karena telah terbiasa menghadapinya sejak di sekolah. Saat ditanya mengenai kunci keberhasilannya, Derrick menekankan pentingnya bersikap terbuka dan berani mengambil setiap kesempatan. "Try everything. Ketika kamu punya kesempatan untuk berkompetisi, ambil. Jangan ragu atau malu karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi ke depan," katanya.
Pesan Derrick untuk Siswa SMA
Derrick pun berpesan kepada para siswa SMA yang bercita-cita melanjutkan studi ke luar negeri agar terus belajar dengan sungguh-sungguh dan berani bermimpi besar. "Keep studying hard and dream high."
Kimberly: Riset dan Keterampilan Hidup Penting
Sementara itu, Kimberly Claudia Gannie, alumnus Penabur Intercultural Junior College Kelapa Gading angkatan 2023, saat ini menempuh studi Hospitality Management di EHL Hospitality Business School, Swiss. Menurut Kimberly, kuliah di luar negeri memerlukan perencanaan yang matang sejak awal.
“Pasti riset ya. Kita harus tahu dulu bidang studi apa yang mau diambil, tentukan universitas yang kita mau, dan tentunya juga cari tahu soal biaya. Enggak cuma biaya pendidikan, tetapi biaya hidup di sana seperti apa,” ujarnya.
Kimberly menambahkan, kemampuan akademik saja tidak cukup untuk menunjang kehidupan sebagai mahasiswa di luar negeri. Keterampilan hidup sehari-hari, seperti memasak, juga penting untuk membantu menghemat pengeluaran selama merantau.
Sikap Terbuka Kunci Adaptasi
Selain itu, Kimberly menekankan pentingnya memiliki sikap terbuka dalam membangun pertemanan, mempelajari budaya baru, dan beradaptasi dengan lingkungan. "Sikap tersebut menjadi bekal penting ketika menghadapi berbagai tantangan," katanya.



