Cegah Keracunan, BGN Awasi Kualitas Makanan Gratis Lewat Aplikasi
BGN Awasi Kualitas Makanan Gratis Lewat Aplikasi

Badan Gizi Nasional (BGN) meningkatkan pengawasan terhadap kualitas makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kini, pemantauan dilakukan secara langsung melalui laporan dari para penerima manfaat.

Pemantauan Real Time via Aplikasi

Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, menjelaskan bahwa pemantauan dilakukan melalui aplikasi Reviu Menu MBG. Langkah ini bertujuan untuk mencegah kualitas makanan yang buruk dan mengurangi risiko keracunan.

"Aplikasi ini dikembangkan agar penerima manfaat turut serta dalam mengawasi kualitas MBG. Dengan demikian, kepala SPPG dan seluruh mitra semakin serius dalam menjaga mutu makanan yang didistribusikan," ujar Sony kepada wartawan pada Senin (25/5/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Melibatkan Penerima Manfaat

Sony menuturkan bahwa sistem ini dirancang untuk meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan seluruh Kepala SPPG serta mitra BGN dalam menjaga mutu makanan. Proses pengawasan kini dapat dilakukan secara langsung oleh penerima manfaat di lapangan.

Pengguna aplikasi adalah PIC Kelompok Penerima Manfaat MBG, yaitu guru yang ditunjuk oleh sekolah dan kepala posyandu (Kaposyandu). Saat paket MBG diterima, mereka dapat langsung memberikan penilaian terhadap kualitas makanan berdasarkan sejumlah parameter yang telah disiapkan dalam sistem.

Indikator Penilaian

Indikator penilaian dalam aplikasi meliputi ketepatan waktu pengiriman makanan, aroma, rasa, hingga variasi menu yang disajikan. Dengan sistem ini, evaluasi kualitas MBG dapat dilakukan secara cepat dan terukur.

Data Dashboard Reviu Menu MBG

Berdasarkan data dashboard Reviu Menu MBG per Sabtu, 23 Mei 2026 pukul 21.31 WIB, tercatat sebanyak 1.707 laporan telah masuk dari berbagai wilayah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.705 laporan atau 99,88 persen menyatakan makanan layak dikonsumsi, sementara hanya dua laporan yang menyebut makanan tidak layak konsumsi.

Data lain menunjukkan tingkat ketepatan waktu distribusi makanan mencapai 97,95 persen, dengan 1.672 laporan menyebutkan makanan diterima tepat waktu atau lebih awal. Hanya 35 laporan yang mencatat keterlambatan distribusi.

Kualitas Sensorik

Dalam aspek kualitas sensorik, aroma makanan dinilai layak pada 1.702 laporan atau sekitar 99,71 persen. Sementara pada aspek tampilan, sebanyak 1.697 laporan atau 99,41 persen menyebut kondisi makanan layak dan sesuai standar.

Dari sisi rasa, sebanyak 1.688 laporan atau 98,89 persen menilai rasa makanan dalam kondisi normal dan dapat diterima dengan baik oleh penerima manfaat.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga