Belasan Kepala Daerah Hasil Pilkada 2024 Tersangkut Korupsi Sepanjang 2026
Belasan Kepala Daerah Hasil Pilkada 2024 Tersangkut Korupsi

Belum genap satu setengah tahun menjabat sejak dilantik serentak pada Februari 2025, belasan kepala daerah hasil Pilkada 2024 justru berturut-turut jatuh ke lubang korupsi. Kasus terbaru yang menjerat Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, semakin memperpanjang daftar hitam kepala daerah yang terciduk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lewat Operasi Tangkap Tangan (OTT) sepanjang 2026.

Kronologi Penangkapan Etik Suryani

Etik Suryani, Bupati Sukoharjo, ditangkap oleh KPK pada tanggal 9 Juli 2026. Penangkapan ini terjadi dalam kurun waktu berdekatan dengan Bupati Langkat Syah Afandin yang ditangkap pada Kamis (2/7/2026). Keduanya merupakan bagian dari gelombang penangkapan kepala daerah yang terus berlangsung sejak Agustus 2025.

Mayoritas Wali Kota dan Bupati

Para kepala daerah yang terjaring OTT mayoritas berasal dari kalangan wali kota dan bupati. Hanya satu nama yang menjabat sebagai gubernur. Mereka semua merupakan hasil kontestasi Pilkada 2024 dan ditangkap mulai Agustus 2025 hingga sekarang. Belum ada data resmi mengenai jumlah total kepala daerah yang ditangkap, namun KPK terus melakukan operasi pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dampak dan Tanggapan

Maraknya kasus korupsi di kalangan kepala daerah hasil Pilkada 2024 menimbulkan kekhawatiran publik. Banyak pihak mendesak perbaikan sistem rekrutmen dan pengawasan kepala daerah agar kejadian serupa tidak terus terulang. KPK sendiri belum memberikan pernyataan rinci mengenai perkembangan kasus masing-masing kepala daerah yang ditangkap.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga