Seorang ahli kunci bernama Roy berhasil membongkar brankas 'istimewa' berlapis baja ganda di sebuah rumah mewah di kawasan Parahayangan Golf II, Sentul City, Kabupaten Bogor, pada Rabu malam, 8 Juli 2026. Proses pembongkaran hanya memakan waktu 15 menit menggunakan gerinda. Di dalam brankas tersebut, polisi menemukan 74 kg emas batangan dan valuta asing senilai Rp 476 miliar, yang diduga terkait dengan kasus korupsi tata niaga batubara.
Proses Pembongkaran Brankas
Roy, yang merupakan ahli kunci asal Ciawi, Kabupaten Bogor, mengaku dihubungi oleh kepolisian sekitar pukul 21.30 WIB saat ia sedang beristirahat di rumah. "Tadi sama Polres, Polres Bogor dipanggil. Ditelepon suruh datang ke sini. Karena ada kerjaan suruh bongkar brankas katanya," ujar Roy kepada wartawan di lokasi. Ia bersama rekannya langsung menuju lokasi dan memulai pembongkaran. Brankas tersebut bukanlah brankas biasa; menurut Roy, harganya mencapai puluhan juta rupiah. "Istimewa itu. Kisaran harganya sekitaran 20-an lah," ungkapnya.
Spesifikasi Brankas
Roy menjelaskan bahwa brankas tersebut memiliki dua lapisan baja dan dilengkapi sistem keamanan berlapis, yaitu kombinasi angka dan kunci manual. Brankas ini didesain seperti ruang penyimpanan berukuran 1,5 meter x 80 cm, menyatu dengan tembok, dan tersembunyi di balik lemari di salah satu kamar lantai dua. "Bukan brankas umum, ruangan," katanya. Saat berhasil dibuka, Roy melihat beberapa koper di dalamnya, namun ia tidak masuk ke dalam ruangan tersebut. "Enggak masuk ke dalam kan saya cuma lihat dari luar, koper-koper aja sudah dibuka sudah," tutur Roy.
Temuan Polisi
Penggeledahan rumah ini merupakan bagian dari penyidikan kasus dugaan korupsi tata niaga batubara yang ditangani oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus). Selain emas batangan dan valas, polisi juga menyita dokumen-dokumen terkait. Hingga saat ini, belum diketahui siapa pemilik rumah tersebut. Polres Bogor masih melakukan pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut terkait asal-usul barang bukti tersebut.
Rekomendasi Terkait
Berita ini menjadi sorotan publik karena nilai barang bukti yang sangat besar. Kasus ini juga mengingatkan pada pengungkapan kasus korupsi lainnya yang melibatkan penyembunyian aset dalam brankas. Masyarakat diimbau untuk selalu melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan terkait penyimpanan uang atau emas dalam jumlah besar tanpa izin.



