Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur mengumumkan bahwa enam kabupaten di wilayahnya telah menetapkan status siaga darurat kekeringan. Beberapa daerah bahkan mulai mengalami krisis air bersih yang cukup parah. Enam kabupaten yang resmi menyatakan status darurat tersebut meliputi Bondowoso, Banyuwangi, Bangkalan, Lamongan, Lumajang, dan Blitar.
Penanganan Darurat di Bondowoso
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, mengonfirmasi bahwa penanganan darurat di lapangan sudah mulai berjalan. Salah satu langkah yang diambil adalah penyaluran bantuan air bersih ke wilayah-wilayah yang mulai mengering. "Dari enam daerah tersebut, penanganan darurat berupa distribusi air bersih sudah dilakukan di Kabupaten Bondowoso," ujar Gatot pada Senin, 18 Mei 2026.
Di Bondowoso, krisis air bersih dilaporkan melanda Desa Klekean, Kecamatan Botolinggo. Bantuan droping air difokuskan pada tiga wilayah yang mengalami dampak paling parah, yaitu Dusun Banteng Lor, Dusun Sumber Waru, dan Dusun Banteng Duk Beto. Berdasarkan data BPBD, total warga terdampak di tiga dusun tersebut mencapai 140 kepala keluarga (KK). Untuk mengatasi kelangkaan, armada tangki air langsung dikerahkan ke lokasi. "Droping air bersih dilakukan sebanyak 10.000 liter untuk memenuhi kebutuhan 140 kepala keluarga," jelas Gatot.
Prediksi Musim Kemarau Ekstrem
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau di Jawa Timur tahun ini diprediksi jauh lebih ekstrem dibandingkan tahun sebelumnya. Periode kering ini sudah dimulai sejak April lalu dan diproyeksikan baru akan mencapai puncaknya pada Agustus mendatang. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya dampak kekeringan di berbagai daerah.
Langkah Antisipasi Pemprov Jatim
Mengantisipasi dampak yang semakin meluas, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui BPBD kini memperketat pengawasan di sejumlah titik rawan. Koordinasi intensif terus dilakukan dengan pemerintah daerah setempat untuk memastikan respons cepat terhadap setiap perkembangan. Gatot mengingatkan seluruh jajaran di daerah untuk tidak lengah dan bergerak cepat dalam memitigasi risiko bencana kekeringan ini. "BPBD juga meminta daerah meningkatkan kesiapsiagaan serta mempercepat langkah penanganan apabila wilayah terdampak kekeringan terus bertambah," tegas Gatot.
Dengan status darurat yang telah ditetapkan, diharapkan penanganan krisis air bersih dapat berjalan lebih efektif. Masyarakat diimbau untuk menggunakan air secara bijak dan melaporkan jika mengalami kesulitan air bersih kepada pihak berwenang.



