Indonesia dan Australia resmi meluncurkan 38 proyek riset bersama yang berfokus pada isu lingkungan hidup dan perubahan iklim. Kerja sama ini melibatkan 38 institusi dari kedua negara, termasuk universitas, lembaga penelitian, dan organisasi non-pemerintah.
Fokus Riset
Proyek-proyek riset tersebut mencakup berbagai topik, seperti konservasi keanekaragaman hayati, pengelolaan sumber daya air, energi terbarukan, adaptasi perubahan iklim, dan pengurangan emisi karbon. Setiap proyek dirancang untuk menghasilkan solusi berbasis sains yang dapat diterapkan di tingkat lokal dan regional.
Dampak Kerja Sama
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem Makarim, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam menghadapi tantangan global. "Riset bersama ini tidak hanya memperkuat hubungan bilateral, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi upaya pelestarian lingkungan," ujarnya dalam konferensi pers virtual.
Sementara itu, Duta Besar Australia untuk Indonesia, Penny Williams, menambahkan bahwa inisiatif ini menunjukkan komitmen kedua negara dalam mengatasi perubahan iklim. "Kami percaya bahwa melalui riset kolaboratif, kita dapat menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan," katanya.
Institusi Terlibat
Beberapa institusi yang terlibat antara lain Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Australian National University (ANU), dan Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO). Setiap proyek akan didanai bersama oleh pemerintah Indonesia dan Australia melalui skema hibah riset.
Riset-riset ini dijadwalkan berlangsung selama tiga tahun ke depan, dengan hasil yang akan dipublikasikan di jurnal internasional dan diseminarkan di forum-forum ilmiah. Diharapkan, temuan dari riset ini dapat menjadi dasar bagi kebijakan lingkungan di kedua negara.



