29% Rumah di Madura Tak Layak Huni, Said Abdullah Salurkan Dana Reses
29% Rumah Madura Tak Layak Huni, DPR Bergerak

Anggota DPR RI Said Abdullah menyoroti kondisi rumah tidak layak huni di Madura yang mencapai 29 persen, jauh di bawah rata-rata Jawa Timur. Sebagai respons, ia menyalurkan dana reses untuk membantu renovasi rumah warga miskin di lima desa di Kabupaten Sumenep.

Data Rumah Tak Layak Huni di Madura

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), rumah layak huni di Madura hanya mencapai 71 persen. Artinya, 29 persen rumah warga Madura masuk kategori tidak layak huni. Angka ini lebih buruk dibandingkan daerah lain di Jawa Timur yang rata-rata rumah layak huni mencapai 80 persen.

Secara nasional, backlog perumahan masih sangat tinggi, mencapai 15 juta unit. Sementara itu, jumlah rumah tidak layak huni secara nasional mencapai 43,3 juta rumah tangga. Said menekankan bahwa pangan, sandang, dan papan merupakan kebutuhan dasar yang menjadi indikator kemiskinan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dana Reses untuk Renovasi Rumah

Said Abdullah menyalurkan seluruh dana reses periode ini untuk membantu warga di Sumenep memperbaiki rumah mereka. Bantuan disalurkan ke lima desa di Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, mencakup 19 dusun, yaitu Dusun Onggan Padike, Jate Laok, Tanjung Alang, Jate Daya, Lembana, Galise Daya, Galise Laok, Sakola’an, Masjid, Baru, Gedungan, Guntong, Pesisir, Jeruk Porot, Sarotak, Ellong, Andun, Jamaleng, dan Sarotak.

Warga penerima bantuan berada dalam rentang desil 1 sampai 3, yaitu golongan sangat miskin, miskin, dan hampir miskin. Tim lapangan melakukan verifikasi fisik untuk memastikan kelayakan penerima. Setelah bantuan tunai diberikan, tim monitoring juga diterjunkan untuk mengawasi proses perbaikan rumah.

Pernyataan Said Abdullah

“Negara memiliki tanggung jawab untuk menyejahterakan rakyatnya, agar rakyatnya bisa memenuhi kebutuhan dasarnya secara layak,” ujar Said dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (22/7/2026). Ia menambahkan bahwa rumah adalah tempat setiap keluarga menorehkan sejarah dan mengukir harapan, namun banyak yang harus menerima keadaan rumah tidak layak huni karena keterbatasan ekonomi.

“Oleh sebab itu, pada reses periode ini, saya menyalurkan sepenuhnya uang reses untuk membantu warga di Sumenep memperbaiki rumah mereka,” tuturnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga