Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia hingga kini masih terus berupaya mencari dua warga negara Indonesia (WNI) yang diduga disandera di Myanmar. Pihak Kemlu terus berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk menemukan keberadaan kedua WNI tersebut.
Koordinasi dan Nota Diplomatik
Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, menyatakan bahwa pihaknya terus menjalin komunikasi dengan otoritas Myanmar. "Kemudian yang terkait dua WNI yang diduga disandera di Myanmar, ini sampai saat ini kita masih terus berkoordinasi," kata Heni di kantor Kemlu, Jakarta Pusat, Kamis (23/7/2026).
Ia menambahkan bahwa Kemlu telah mengirimkan nota diplomatik untuk mencari keberadaan kedua WNI tersebut. "Kita sudah juga apa mengirimkan nota diplomatik ke otoritas setempat untuk mencari keberadaan kedua WNI tersebut dan sampai saat ini," ujarnya. Meski demikian, proses pencarian masih berlangsung dan belum ada hasil yang bisa diumumkan. "Ini masih terus berlangsung, kami masih belum bisa menyampaikan, komunikasi sudah ada, namun ini masih terus dalam proses ya sampai saat ini," tambah Heni.
Tebusan Belum Dibahas
Heni juga menegaskan bahwa Kemlu belum membahas soal tebusan yang diduga diminta oleh pihak penyekap. "Terkait tebusan dan siapa penyekapnya pun ini masih terus berproses untuk yang dua WNI di Myanmar," ungkapnya.
Sebelumnya, diketahui bahwa dua WNI berinisial AE dan S disandera dan dimintai tebusan sebesar Rp 200 juta. Juru bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang, mengonfirmasi bahwa Kemlu dan KBRI Yangon telah menerima informasi tersebut. "Kementerian Luar Negeri dan KBRI Yangon telah menerima informasi mengenai dugaan penyanderaan dua WNI berinisial AE dan S di Myanmar dengan tuntutan tebusan sebesar Rp 200 juta," kata Yvonne saat dihubungi, Jumat (17/7/2026).
Langkah Awal Penelusuran
Yvonne menjelaskan bahwa KBRI Yangon segera bertindak setelah menerima laporan pada 15 Juli 2026. "Segera setelah menerima laporan pada 15 Juli 2026, KBRI Yangon melakukan penelusuran awal, termasuk berkomunikasi dengan pihak keluarga dan berbagai sumber informasi di lapangan," sambungnya.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus berjalan. Kemlu berkomitmen untuk terus mengupayakan keselamatan kedua WNI dan berkoordinasi dengan otoritas Myanmar.



