Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Wamendikti Saintek) Prof Stella Christie mengungkapkan bahwa terdapat 17.816 calon mahasiswa yang tidak melakukan daftar ulang di perguruan tinggi negeri (PTN) pada tahun ini. Angka ini membantah anggapan bahwa tingginya biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) menjadi satu-satunya penyebab.
Faktor-Faktor di Balik Tidak Daftar Ulang
Menurut Stella, banyak faktor yang menyebabkan calon mahasiswa memutuskan untuk tidak mendaftar ulang. Selain masalah biaya UKT, faktor lain seperti pilihan program studi, lokasi kampus, atau kesempatan di tempat lain turut memengaruhi. "Faktor UKT memang salah satu, tapi bukan satu-satunya," ujar Stella dalam keterangan resminya.
Data menunjukkan bahwa dari total calon mahasiswa yang diterima, 17.816 orang tidak melanjutkan proses daftar ulang. Jumlah ini setara dengan sekitar 5 persen dari total penerimaan di seluruh PTN. Stella menekankan bahwa pihaknya terus mengevaluasi sistem penerimaan agar lebih transparan dan akomodatif.
Portal Beasiswa Satu Pintu Segera Hadir
Stella juga mengumumkan rencana pemerintah untuk meluncurkan portal beasiswa satu pintu pada September mendatang. Portal ini diharapkan memudahkan mahasiswa mengakses informasi beasiswa, sehingga mengurangi kendala biaya. "Kami ingin memastikan tidak ada mahasiswa potensial yang gagal kuliah karena masalah finansial," tambahnya.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan akses pendidikan tinggi. Dengan portal tersebut, mahasiswa dapat mencari beasiswa yang sesuai dengan kebutuhan mereka secara terintegrasi.
Dampak dan Tindak Lanjut
Fenomena tidak daftar ulang ini menjadi perhatian serius Kementerian. Stella berjanji akan melakukan kajian lebih mendalam untuk memahami pola dan penyebabnya. "Kami akan bekerja sama dengan PTN untuk mencari solusi, termasuk penyesuaian UKT jika diperlukan," jelasnya.
Pemerintah juga mendorong PTN untuk lebih aktif menjangkau calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Program afirmasi seperti KIP Kuliah terus diperluas. Dengan demikian, diharapkan angka tidak daftar ulang dapat ditekan di masa mendatang.



