Polisi menduga tiga pekerja yang tewas di gorong-gorong kawasan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, meninggal dunia setelah menghirup gas beracun. Peristiwa nahas itu terjadi pada Kamis, 9 Juli 2026, dan korban baru ditemukan oleh rekan kerja pada hari yang sama.
Korban Diduga Hirup Gas Hingga Tak Sadar
Kasi Humas Polres Jakarta Timur, AKP Made Budi, menyatakan dugaan sementara para pekerja meninggal karena menghirup gas sehingga tidak sadarkan diri. "Diduga meninggal karena menghirup gas sehingga tidak sadarkan diri," ujar Made saat dihubungi, Minggu (12/7/2026).
Made belum merinci jenis gas yang dihirup korban. Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kematian.
Korban Terdiri dari Dua WNI dan Satu WNA China
Made menegaskan terdapat dua warga negara Indonesia (WNI) dan satu warga negara asing (WNA) asal China yang tewas. Keluarga kedua korban WNI tidak bersedia dilakukan autopsi. "Korban dua WNI sudah diambil oleh pihak keluarga, tidak berkenan untuk divisum. Korban satu WNA asal China," jelas Made.
Polisi telah memeriksa delapan saksi terkait insiden ini. "Ada delapan orang saksi yang sudah diperiksa," katanya.
Kronologi Kejadian
Kasiops Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur, Abdul Wahid, memaparkan kronologi kejadian. Peristiwa bermula saat satu pekerja tidak sadarkan diri ketika masuk ke gorong-gorong. Dua rekannya yang berniat menolong justru ikut pingsan dan akhirnya meninggal dunia.
"Pekerja proyek sedang masuk gorong-gorong, lalu setengah tangga pingsan. Dan temannya menolong untuk membantu, namun ikut pingsan juga. Lalu masuk satu orang pingsan lagi. Jumlah korban tiga orang meninggal," jelas Wahid, Kamis (9/7).
Proses evakuasi dimulai pukul 10.00 WIB dan korban ditemukan tewas pada pukul 10.20 WIB. Petugas mengevakuasi korban menggunakan sejumlah peralatan.
Gubernur DKI Konfirmasi Korban Pekerja Subkontraktor
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, membenarkan ketiga korban merupakan pekerja subkontraktor atau pihak ketiga yang mengerjakan proyek gorong-gorong tersebut. "Saya sudah mendapatkan laporan dari Dirut PAM Jaya. Memang betul ada tiga orang," kata Pramono di kawasan Cawang, Jakarta Timur, Jumat (10/7).
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menangani insiden ini dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.



