Marsya Wijayanti Buktikan Keterbatasan Ekonomi Bukan Halangan Raih Sarjana
Marsya Wijayanti Raih Sarjana Meski Keterbatasan Ekonomi

Kisah Perjuangan Marsya Wijayanti

Marsya Wijayanti, lulusan Program Studi Manajemen dan Administrasi Logistik Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (Undip), membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih pendidikan tinggi. Ia baru saja mengikuti Wisuda Undip ke-183 pada akhir Juli 2026, menjadi kebanggaan keluarganya.

Anak bungsu dari tiga bersaudara ini tumbuh dalam kondisi ekonomi yang sulit. Ibunya, seorang penjual kue tradisional, gorengan, dan nasi bungkus yang dijajakan di tenongan, menjadi tulang punggung keluarga. Setiap hari, sang ibu berjualan di area perkantoran Balaikota dan Jalan Pemuda, Kota Semarang, Jawa Tengah, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya pendidikan Marsya.

Perjuangan Ibu yang Tak Kenal Lelah

Marsya mengakui bahwa kesuksesannya tidak lepas dari perjuangan ibunya yang bekerja keras dari pagi hingga malam. “Ibu selalu berpesan bahwa pendidikan adalah kunci untuk mengubah nasib,” kenang Marsya. Meski hasil penjualan tidak menentu, ibunya tidak pernah mengeluh dan terus berusaha agar Marsya bisa sekolah hingga perguruan tinggi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kondisi ekonomi yang pas-pasan membuat Marsya harus pintar mengatur keuangan. Ia kerap mencari beasiswa dan bekerja paruh waktu untuk meringankan beban orang tua. Semangatnya tak pernah padam, ia yakin bahwa kerja keras dan doa akan membuahkan hasil.

Pendidikan di Sekolah Vokasi Undip

Marsya memilih Program Studi Manajemen dan Administrasi Logistik di Sekolah Vokasi Undip karena sesuai dengan minatnya di bidang logistik dan administrasi. Selama kuliah, ia aktif dalam berbagai organisasi dan kegiatan akademik. Ia juga menjadi asisten dosen untuk menambah pengalaman dan penghasilan.

“Saya bersyukur bisa kuliah di Undip. Dosen-dosen sangat mendukung dan memberikan banyak ilmu praktis,” ujar Marsya. Keahlian yang ia peroleh, seperti manajemen rantai pasok dan administrasi perkantoran, diharapkan dapat membantunya bersaing di dunia kerja.

Dukungan dari Lingkungan

Keberhasilan Marsya juga berkat dukungan dari kakak-kakaknya yang sudah bekerja. Mereka membantu biaya kuliah dan memberikan motivasi. Lingkungan tempat tinggalnya di Semarang pun turut mendukung, dengan tetangga yang sering memberikan semangat.

“Saya ingin membalas semua kebaikan orang-orang di sekitar saya. Setelah lulus, saya bertekad untuk bekerja keras dan membantu keluarga,” tegas Marsya.

Harapan untuk Masa Depan

Saat ini, Marsya tengah mencari pekerjaan di bidang logistik atau administrasi. Ia berharap bisa diterima di perusahaan besar atau instansi pemerintah. Ia juga berencana melanjutkan studi ke jenjang magister jika ada kesempatan.

Kisah Marsya menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. Ia membuktikan bahwa dengan tekad dan kerja keras, keterbatasan ekonomi tidak akan menghalangi impian meraih gelar sarjana.

Universitas Diponegoro sendiri terus berkomitmen memberikan akses pendidikan bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang. Melalui program beasiswa dan bantuan biaya pendidikan, Undip ingin melahirkan lulusan yang unggul dan berkarakter.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga