Kisah Rasha, Penderita SMA Tipe 2 yang Lolos SNBT UGM
Rasha Penderita SMA Tipe 2 Lolos SNBT UGM

Rasha Putra Permata (18) membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi impian. Remaja yang didiagnosis menderita spinal muscular atrophy (SMA) tipe 2 ini berhasil diterima sebagai mahasiswa baru Program Studi Teknik Fisika di Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk tahun akademik 2026/2027 melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).

Apa Itu Spinal Muscular Atrophy?

Menurut penjelasan di situs UGM, SMA adalah penyakit otot yang ditandai dengan kelemahan otot progresif. Pada tipe 2, gejala biasanya muncul pada usia 6-18 bulan, dan penderitanya tidak mampu berdiri atau berjalan tanpa bantuan. Rasha sendiri harus menggunakan kursi roda untuk beraktivitas sehari-hari.

Meski demikian, Rasha tidak menyerah pada kondisi medisnya. Sejak lama, UGM telah menjadi target utama untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Ia mengaku sangat bersyukur dan bangga bisa diterima di kampus tersebut. “Saya sangat senang dan bersyukur bisa diterima di UGM. Ini adalah impian saya sejak kecil,” ujarnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Perjuangan Rasha Menuju UGM

Proses seleksi SNBT tidaklah mudah. Rasha harus bersaing dengan ribuan calon mahasiswa dari seluruh Indonesia. Ia mempersiapkan diri dengan belajar keras, meskipun kondisi fisiknya sering menjadi tantangan. Dukungan keluarga dan teman-teman menjadi motivasi utamanya.

“Saya tidak ingin keterbatasan ini menjadi alasan untuk berhenti berusaha. Saya ingin membuktikan bahwa penyandang disabilitas juga bisa berprestasi,” tambahnya. Rasha berencana untuk aktif dalam kegiatan kampus dan berharap bisa berkontribusi dalam bidang teknik fisika, terutama dalam pengembangan teknologi ramah disabilitas.

Dukungan UGM bagi Mahasiswa Disabilitas

UGM sendiri memiliki komitmen terhadap inklusivitas. Kampus ini menyediakan berbagai fasilitas bagi mahasiswa disabilitas, seperti akses kursi roda di gedung perkuliahan, layanan konseling, dan pendampingan akademik. Hal ini diharapkan dapat membantu mahasiswa seperti Rasha untuk menjalani perkuliahan dengan nyaman.

Kisah Rasha menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama penyandang disabilitas lainnya. Ia menunjukkan bahwa dengan tekad dan kerja keras, mimpi setinggi apa pun bisa diraih. Semoga perjalanan Rasha di UGM sukses dan membawa manfaat bagi dirinya serta masyarakat luas.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga