Bank Jago Perkenalkan Fitur Rapor Kredit untuk Nasabah
PT Bank Jago Tbk terus mengembangkan layanan perbankan digitalnya dengan meluncurkan fitur baru bernama Rapor Kredit. Fitur ini dirancang untuk membantu nasabah memahami kesehatan finansial mereka terkait pinjaman atau kredit. Dengan jumlah nasabah yang kini mencapai sekitar 19 juta, Bank Jago berfokus pada keberlanjutan melalui program kesehatan finansial (financial health).
Head of Sustainability & Digital Lending Bank Jago, Andy Djiwandono, menjelaskan bahwa fitur ini merupakan yang pertama kali diluncurkan pada Kamis (9/7/2026). "Ini fitur pertama yang benar-benar mengedukasi mengenai pinjaman, tidak hanya di Bank Jago saja, tapi pinjaman masing-masing nasabah. Namanya Rapor Kredit, kita mau membantu debitur di Bank Jago untuk memahami kesehatan kreditnya mereka seperti apa," ujarnya di Jakarta.
Mengatasi Rendahnya Literasi Keuangan
Bank Jago melakukan riset dalam dua tahun terakhir dan menemukan bahwa banyak nasabah belum memahami kesehatan kredit mereka, meskipun informasi tersebut bisa diakses melalui situs Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui iDebku Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK). Dari keresahan itu, Bank Jago menciptakan Rapor Kredit untuk mempermudah akses informasi dan mengedukasi nasabah.
"Makanya kita mengeluarkan fitur ini supaya bisa cari tahu sendiri. Jadi, Rapor Kredit ini kita memberikan transparansi mengenai riwayat kredit masing-masing debitur di Bank Jago. Kita memberikan kemudahan, kalau sudah pakai Bank Jago, sekalian saja lihat di sini, ngapain pindah-pindah," tambah Andy.
Informasi yang Tersedia dalam Rapor Kredit
Fitur Rapor Kredit menyediakan berbagai informasi, termasuk KOL status (status kolektabilitas) dan fasilitas pinjaman yang dimiliki nasabah di seluruh layanan keuangan. Aplikasi Bank Jago juga akan memberikan rekomendasi atau panduan mengenai langkah kredit atau keputusan keuangan yang bisa diambil nasabah.
"Semua itu akan terlihat datangnya dari institusi keuangan yang mana, total pinjaman sudah berapa, dan untuk masing-masing nasabah itu berbeda status kreditnya. Itu akan kita berikan panduan sebaiknya ngapain. Akses pembiayaan yang mudah perlu diimbangi dengan pemahaman yang baik mengenai kondisi finansial pribadi. Melalui Rapor Kredit, kami berharap debitur mengambil pinjaman dengan lebih bijak, terukur sesuai kemampuan finansialnya," jelas Andy.
Data Literasi Keuangan di Indonesia
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dirilis OJK, tingkat literasi keuangan nasional dalam pembiayaan perbankan mencapai 65,5%. Sementara itu, tingkat literasi pada lembaga pembiayaan non-bank, fintech lending, dan lembaga keuangan mikro masih relatif rendah, masing-masing 44,7%, 24,9%, dan 9,8%.
Dengan Rapor Kredit, debitur dapat mengakses riwayat kredit yang bersumber dari SLIK OJK langsung melalui Aplikasi Jago. "Harapannya, kita juga membantu regulator untuk membangun kesadaran dan juga pengetahuan persis mengenai profil kreditnya seperti apa," tutup Andy.



