Universitas Republik Indonesia (URI) menjadi sorotan publik setelah rencana pembangunannya diumumkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Berikut lima fakta utama tentang universitas baru ini yang dirangkum dari berbagai sumber.
1. Lokasi dan Tahapan Pembangunan
Kampus utama URI direncanakan berlokasi di kawasan strategis Jakarta Pusat, tepatnya di area eks perkantoran milik pemerintah. Pembangunan akan dilakukan secara bertahap mulai tahun 2027, dengan target penyelesaian tahap pertama pada 2030. Tahap awal mencakup gedung rektorat, fakultas teknik, dan asrama mahasiswa.
2. Program Studi Unggulan
URI akan membuka 30 program studi (prodi) pada tahun pertama, dengan fokus pada bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Selain itu, terdapat prodi unggulan seperti Ilmu Komputer, Teknik Biomedis, dan Ilmu Data. Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora juga akan hadir dengan prodi Hukum dan Ekonomi.
Menurut Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Prof. Abdul Haris, "URI dirancang untuk menjadi pusat riset nasional yang mampu bersaing di tingkat global. Kami akan merekrut dosen-dosen terbaik dari dalam dan luar negeri."
3. Target Jumlah Mahasiswa
Pada tahap awal, URI menargetkan 10.000 mahasiswa hingga tahun 2030. Angka ini akan meningkat menjadi 25.000 mahasiswa pada 2035. Daya tampung ini didukung oleh pembangunan kampus seluas 50 hektar yang dilengkapi laboratorium modern dan pusat inovasi.
4. Kerja Sama Internasional
URI telah menjalin kerja sama dengan beberapa universitas luar negeri, seperti University of Tokyo, MIT, dan National University of Singapore. Kerja sama ini mencakup pertukaran mahasiswa, penelitian bersama, dan pengembangan kurikulum bebas. Hal ini diharapkan meningkatkan kualitas lulusan dan akreditasi internasional.
5. Pendanaan dan Skema Beasiswa
Pembangunan URI didanai melalui skema investasi publik-swasta (KPBU) dengan total anggaran Rp5 triliun. Pemerintah menyediakan 60% dari dana tersebut, sisanya dari sektor swasta dan kerja sama dengan BUMN. Selain itu, URI menyediakan beasiswa penuh bagi 20% mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu, sesuai dengan program afirmasi pemerintah.
Rektor URI yang ditunjuk, Prof. Arief Rachman, menyatakan, "Kami berkomitmen untuk menciptakan akses pendidikan tinggi yang berkualitas dan merata. Beasiswa akan diberikan berdasarkan prestasi akademik dan potensi kepemimpinan."



