Wakil Ketua MPR Soroti Disparitas Kualitas Pendidikan Negeri-Swasta
Wakil MPR Soroti Kesenjangan Kualitas Pendidikan Negeri-Swasta

Wakil Ketua MPR Soroti Disparitas Kualitas Pendidikan Negeri-Swasta

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyatakan bahwa pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia masih menjadi tantangan besar yang perlu segera diatasi. Menurutnya, upaya untuk mewujudkan pendidikan yang lebih merata harus dilakukan secara konsisten melalui berbagai langkah strategis.

Data BPS Ungkap Ketimpangan Partisipasi Siswa

Data Badan Pusat Statistik (BPS) periode 2024/2025 menunjukkan fakta menarik tentang komposisi sekolah menengah atas di Indonesia. Terdapat 7.562 SMA swasta yang setara dengan 51,53% dari total SMA di Tanah Air. Namun, jumlah tersebut tidak sebanding dengan partisipasi siswa.

Sekitar 73,79% siswa SMA justru menempuh pendidikan di sekolah negeri, sementara sisanya bersekolah di institusi swasta. Fenomena ini mengindikasikan adanya preferensi masyarakat terhadap sekolah negeri yang perlu dikaji lebih mendalam.

Faktor Penyebab dan Solusi yang Ditawarkan

Lestari Moerdijat mengungkapkan bahwa beberapa faktor menjadi pertimbangan orang tua dalam memilih sekolah untuk anak-anak mereka. "Sejumlah kendala seperti faktor ekonomi, perbedaan kualitas, akses, atau nilai-nilai pendidikan yang ditawarkan sekolah swasta masih menjadi pertimbangan orang tua," jelasnya dalam keterangan resmi pada Jumat, 20 Februari 2026.

Untuk mengatasi disparitas ini, Wakil Ketua MPR menekankan beberapa langkah konkret:

  1. Peningkatan kompetensi guru yang berkelanjutan dan terupdate
  2. Perbaikan manajemen pengelolaan sekolah untuk mempermudah akses masyarakat
  3. Dukungan dari semua pemangku kepentingan dan masyarakat luas

Komitmen untuk SDM Nasional yang Berdaya Saing

Lestari berharap berbagai upaya untuk mewujudkan kualitas pendidikan yang lebih merata di Indonesia mendapatkan dukungan penuh dari semua pihak. Tujuan akhirnya adalah terciptanya sumber daya manusia nasional yang memiliki daya saing tinggi di masa depan.

"Langkah nyata untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang lebih merata harus segera direalisasikan dengan dukungan semua pihak terkait," tegas Lestari Moerdijat. Dia menambahkan bahwa perhatian serius terhadap peningkatan mutu pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi bangsa.

Dengan komitmen bersama dari pemerintah, institusi pendidikan, dan masyarakat, diharapkan kesenjangan kualitas antara sekolah negeri dan swasta dapat semakin berkurang, menciptakan sistem pendidikan yang lebih inklusif dan berkualitas bagi seluruh anak Indonesia.