Observasi Kelas di PMM Bukan Akhir Penilaian, Tapi Awal Refleksi Guru
Observasi Kelas di PMM: Awal Refleksi, Bukan Akhir Penilaian

Observasi Kelas di Platform Merdeka Mengajar: Titik Awal Refleksi, Bukan Akhir Penilaian

Dalam proses Pengelolaan Kinerja Guru yang dilakukan melalui Platform Merdeka Mengajar (PMM), observasi kelas tidak lagi dipandang sebagai tahap akhir penilaian. Sebaliknya, kegiatan ini justru menjadi titik awal yang krusial untuk refleksi dan perbaikan praktik pembelajaran secara berkelanjutan.

Peran Guru dalam Observasi Kelas

Guru tidak hanya diminta untuk mencermati secara seksama apa yang terjadi di dalam ruang kelas selama proses observasi. Lebih dari itu, mereka juga harus mampu menunjukkan bagaimana inspirasi yang diperoleh dari hasil observasi tersebut dapat diterapkan secara nyata dalam kegiatan belajar-mengajar sehari-hari.

Salah satu pertanyaan reflektif yang kerap muncul dalam konteks ini adalah, “Bagaimana Anda menerapkan inspirasi tersebut untuk kemajuan penguasaan kompetensi?” Pertanyaan ini dirancang untuk mendorong guru memberikan jawaban yang tidak sekadar normatif atau teoritis.

Tuntutan Jawaban yang Konkret

Jawaban yang diharapkan harus mampu menggambarkan perubahan konkret dalam berbagai aspek pembelajaran, termasuk:

  • Perancangan pembelajaran yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan siswa.
  • Pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar yang inovatif dan menarik.
  • Evaluasi pembelajaran yang komprehensif dan berdampak pada peningkatan kompetensi siswa.

Dengan pendekatan ini, observasi kelas dalam PMM bertransformasi dari sekadar alat penilaian menjadi sarana pengembangan profesional guru yang holistik. Proses refleksi yang mendalam diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas pendidikan secara keseluruhan, menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis dan responsif terhadap tantangan zaman.