Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili Segera Dirayakan di Seluruh Dunia
Masyarakat keturunan Tionghoa di berbagai negara, termasuk Indonesia, tengah bersiap-siap menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Perayaan yang juga dikenal dengan sebutan Tahun Baru China atau Tahun Baru Lunar ini merupakan momen penting yang menandai pergantian tahun berdasarkan sistem penanggalan lunar tradisional China.
Nuansa Merah Meriah Mulai Menghiasi Berbagai Tempat
Di Indonesia, suasana perayaan Imlek sudah mulai terasa dengan jelas. Berbagai elemen dekorasi bernuansa merah yang khas mulai bermunculan di berbagai lokasi. Lampion-lampion berwarna merah, ornamen tradisional, serta hiasan-hiasan yang mencerminkan kekayaan budaya Tionghoa telah menghiasi pusat perbelanjaan, restoran, hotel, dan ruang-ruang publik lainnya.
Warna merah sendiri memiliki makna yang sangat dalam dalam budaya Tionghoa, yang melambangkan keberuntungan, kebahagiaan, dan kemakmuran. Penggunaan warna ini secara masif selama perayaan Imlek diharapkan dapat membawa energi positif dan nasib baik bagi semua orang yang merayakannya.
Penanggalan dan Makna Filosofis Tahun Baru Lunar
Berdasarkan kalender lunar China, Tahun Baru Imlek 2026 akan diperingati pada tanggal 17 Februari 2026. Perhitungan ini didasarkan pada siklus bulan dan memiliki akar sejarah yang sangat panjang, bahkan telah digunakan selama ribuan tahun.
Perayaan Imlek bukan sekadar pergantian tahun, tetapi juga mengandung nilai-nilai filosofis yang mendalam, seperti:
- Penyatuan kembali keluarga besar melalui tradisi mudik atau pulang kampung.
- Pembersihan rumah dan diri untuk menyambut tahun baru dengan energi yang segar.
- Pemberian angpao atau amplop merah sebagai simbol berbagi rezeki dan doa.
- Penyajian hidangan khusus yang penuh makna, seperti ikan untuk kelimpahan dan kue keranjang untuk kekompakan.
Di Indonesia, perayaan Imlek telah diakui sebagai hari libur nasional sejak tahun 2003, yang semakin memperkuat keberagaman budaya dan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat. Momen ini tidak hanya dinikmati oleh warga Tionghoa, tetapi juga menjadi bagian dari kekayaan budaya nasional yang dihargai oleh seluruh rakyat Indonesia.