Mensos Tinjau Langsung Pembangunan Sekolah Rakyat di Semarang
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, melakukan peninjauan langsung terhadap proses pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Jawa Tengah 2 di Semarang. Kunjungan ini berfokus pada kemajuan proyek yang ditargetkan mulai beroperasi pada Juni 2026, dengan kapasitas menampung sekitar 1.000 siswa dari keluarga prasejahtera.
Progres Pembangunan dan Target Waktu
Gus Ipul menyampaikan bahwa pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Desa Rowosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, telah melampaui 30 persen. "Proses pembangunan sedang berjalan, PT Adi Karya di bawah KemenPU, diajak untuk bisa mencapai target di bulan Juni. Karena bulan Juli insyaallah seluruh siswa akan bisa mengikuti proses pembelajaran," ujarnya dalam keterangan tertulis pada Kamis, 9 April 2026.
Menurut data terbaru, memasuki pekan ke-18, progres pekerjaan tercatat sebesar 30,307 persen dari target rencana 31,34 persen, dengan deviasi minus 1,033 persen. Sekolah ini dibangun di atas lahan seluas 65.000 meter persegi, dengan luas bangunan mencapai 27.372 meter persegi, dirancang untuk menampung hingga 1.080 siswa yang terbagi dalam 36 rombongan belajar.
Program Nasional dan Skala Besar
Pembangunan Sekolah Rakyat permanen ini merupakan bagian dari program nasional yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo, yang saat ini berlangsung di lebih dari 100 titik di seluruh Indonesia. Setiap lokasi ditargetkan mampu menampung 1.000 siswa. "Tahun ini kira-kira (Sekolah Rakyat sudah menampung) 45 ribu siswa, tahun depan sudah mencapai 100 ribu siswa. Tahun 2028 insyaallah sudah lebih dari 200 ribu siswa," jelas Gus Ipul.
Program ini melibatkan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, dengan Kemensos bertanggung jawab pada operasional, KemenPU mendukung infrastruktur, dan koordinasi dilakukan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat. Selain itu, proyek ini menyerap ribuan tenaga kerja secara masif. "Pada saat ini ada 100 titik (pembangunan). Artinya tidak kurang dari 60 ribu pekerja hari ini bersama-sama untuk membangun gedung permanen Sekolah Rakyat," ungkap Gus Ipul.
Fasilitas dan Komposisi Siswa
Sekolah Rakyat Jawa Tengah 2 Semarang dirancang sebagai sekolah berasrama (boarding school) dengan fasilitas komplet, termasuk:
- Ruang kelas yang memadai
- Laboratorium untuk praktik sains
- Perpustakaan dengan koleksi lengkap
- Sarana pengembangan minat dan bakat siswa
Komposisi siswa terbagi menjadi 18 rombel untuk jenjang SD dengan total 540 siswa, serta masing-masing 9 rombel untuk jenjang SMP dan SMA yang masing-masing menampung 270 siswa. Program ini bertujuan memperluas akses pendidikan berkualitas, khususnya bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera yang sering disebut sebagai The Invisible People.
Dukungan dan Kehadiran Pejabat
Dalam peninjauan tersebut, hadir sejumlah pejabat terkait, antara lain:
- Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Tengah KemenPU, Affi Triato
- PPK Prasarana Strategis 2 Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Tengah KemenPU, Afifah Kemala Hafsari
- Kepala Dinas Sosial Jawa Tengah, Imam Maskur
- Kepala Dinas Sosial Kota Semarang, Agus Junaedi
- Camat Tembalang, Eko Agus
- Lurah Rowosari, Eko Pudjo
Kehadiran mereka menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung program pendidikan ini sebagai langkah konkret untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan.



