Pembangunan SMA Unggul Garuda Baru di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara telah mencapai 90 persen dan ditargetkan siap digunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto memastikan proses pembangunan berjalan sesuai target dengan mengutamakan aspek keamanan dan keselamatan siswa.
Progres Fisik Capai 90 Persen
Brian Yuliarto meninjau langsung lokasi pembangunan dan mengungkapkan bahwa progres fisik pembangunan ditargetkan mencapai sekitar 90 persen pada Juli 2026. Gedung sekolah menjadi fokus utama karena akan menjadi fasilitas pertama yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran. "Progres pembangunan gedung sekolah telah mencapai sekitar 87,58 persen, dengan target penyelesaian struktural dan fungsional pada Juli 2026 sehingga ruang-ruang kelas dapat segera dimanfaatkan," ujar Brian melalui keterangan tertulis, Rabu (1/7/2026).
Fasilitas Pendukung Juga Dibangun
Brian memastikan pembangunan fasilitas pendukung seperti kantin, dapur, asrama siswa, dan rumah dinas guru berjalan beriringan dengan gedung utama. "Begitu juga dengan pembangunan asrama siswa dan rumah dinas guru juga terus diselesaikan untuk mendukung kenyamanan tenaga pendidik yang akan bertugas di SMA Unggul Garuda Baru," kata dia.
Skema Pengamanan Disiapkan
Untuk mengantisipasi pekerjaan konstruksi yang mungkin masih berlangsung saat kegiatan belajar dimulai, disiapkan skema pengamanan kawasan. "Area operasional siswa akan dipisahkan dari area pekerjaan menggunakan pembatas dan jalur akses khusus sehingga keamanan dan keselamatan warga sekolah tetap terjaga selama masa transisi penyelesaian pembangunan," tutup Brian.
Angkatan Pertama 307 Siswa
Sebanyak 307 siswa terbaik dari berbagai daerah di Indonesia dinyatakan lolos sebagai angkatan pertama. Mobilisasi peserta didik akan dilakukan pada 16-19 Juli 2026, dan kegiatan belajar mengajar resmi dimulai pada 20 Juli 2026. Saat ini, terdapat pembangunan empat Sekolah Garuda Baru di Indonesia, yaitu di Bangka Belitung, Kalimantan Utara, Sulawesi Tenggara, dan Nusa Tenggara Timur.



