Anggaran Pendidikan Tak Dipangkas, Justru Diperkuat Melalui Revitalisasi Sekolah dan Sekolah Rakyat
Anggaran Pendidikan Diperkuat via Revitalisasi Sekolah dan Sekolah Rakyat

Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menegaskan bahwa anggaran pendidikan sama sekali tidak mengalami pengurangan. Sebaliknya, pemerintah justru memperkuat sektor pendidikan melalui program revitalisasi sekolah dan pembangunan Sekolah Rakyat, yang juga memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.

Program Revitalisasi Sekolah dan Sekolah Rakyat

Qodari menyebut program revitalisasi sekolah dan Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan, tetapi juga memberikan efek ganda terhadap perekonomian. "Penting kami tegaskan bahwa program revitalisasi sekolah dan Sekolah Rakyat bukan hanya program di pendidikan, tapi memiliki dampak ekonomi yang luas atau multiplier effect yang nyata," ujar Qodari dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu (25/3).

Keberlanjutan Program sebagai Bukti Komitmen

Ia menambahkan, keberlanjutan kedua program tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah dalam memperkuat anggaran pendidikan. "Dengan tetap berjalannya program revitalisasi sekolah dan pembangunan Sekolah Rakyat ini menunjukkan bahwa tidak ada pengurangan terhadap anggaran pendidikan, justru membuktikan bahwa anggaran pendidikan akan terus diperkuat," katanya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Data dan Target Revitalisasi Sekolah

Pada tahun 2025, program revitalisasi sekolah mencakup 16.167 satuan pendidikan. Jumlah ini meningkat dari target awal 10.000 sekolah setelah Presiden Prabowo Subianto menambah sekitar 6.000 sekolah. Hingga 11 Maret 2026, sebanyak 16.062 sekolah telah menyelesaikan pembangunan, sementara 105 sekolah lainnya masih dalam proses penyelesaian.

Program Sekolah Rakyat untuk Akses Pendidikan

Selain revitalisasi sekolah, pemerintah juga menjalankan program Sekolah Rakyat sebagai prioritas untuk memperluas akses pendidikan bagi kelompok masyarakat rentan, khususnya desil 1 dan 2 atau 20 persen masyarakat terbawah. "Pada pembangunan tahap 2 ini ditargetkan menyerap sekitar 58.000 tenaga konstruksi dan didukung sekitar 5.200 tenaga pendidik. Sehingga sekali lagi tidak hanya memperluas akses pendidikan tapi juga membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi lokal," jelas Qodari.

Kapasitas dan Target Jangka Panjang Sekolah Rakyat

Setiap Sekolah Rakyat permanen dirancang memiliki kapasitas 1.080 siswa per tahun. Hingga 2029, pemerintah menargetkan pembangunan 500 Sekolah Rakyat yang mampu menjangkau sekitar 540.000 siswa kurang mampu setiap tahun.

Lokasi Pembangunan Sekolah Rakyat

Saat ini, pembangunan tahap kedua Sekolah Rakyat mencakup 104 lokasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, meliputi:

  • 40 lokasi di Jawa
  • 26 lokasi di Sumatra
  • 12 lokasi di Kalimantan
  • 16 lokasi di Sulawesi
  • 3 lokasi di Bali dan Nusa Tenggara
  • 4 lokasi di Maluku
  • 3 lokasi di Papua

Program ini tidak hanya meningkatkan fasilitas pendidikan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat anggaran pendidikan secara berkelanjutan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga