Prabowo Sumbang Dua Sapi Jumbo untuk Tradisi Meugang di Pesantren Aceh
Dua ekor sapi berukuran besar telah disembelih dan dimasak untuk dibagikan kepada para santri serta pengurus Pondok Pesantren Darul Mukhlisin di Aceh Tamiang, Aceh. Sumbangan pribadi ini berasal dari Presiden Prabowo Subianto, yang bertujuan mendukung tradisi Meugang menjelang bulan suci Ramadan.
Proses Distribusi Daging untuk Santri dan Guru
Sapi-sapi tersebut diantar menggunakan mobil bak ke halaman pesantren, di mana warga setempat membantu menggiring dan mengikatnya pada pohon sebelum disembelih. Daging dari kedua sapi jumbo ini kemudian didistribusikan kepada lebih dari 200 santri dan lebih dari 50 anggota dewan guru di pondok pesantren tersebut. Proses ini dilakukan oleh tim Badan Komunikasi Pemerintah RI bersama kelompok relawan, memastikan tradisi Meugang tetap berjalan meski di tengah keterbatasan pascabencana banjir yang melanda wilayah itu pada November lalu.
Ucapan Syukur dari Pimpinan Pesantren
Pimpinan Pondok Pesantren Darul Mukhlisin, Ustaz Mulkana, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan ini. "Kami mengaku bersyukur atas sedekah tersebut karena para santri dan pengajar dapat kembali merasakan tradisi Meugang meski di tengah keterbatasan," ujarnya seperti dikutip dari siaran pers Tim Media Prabowo Subianto. Mulkana menambahkan bahwa bantuan ini bukan hanya melengkapi tradisi, tetapi juga menjadi suntikan semangat bagi warga pondok dalam menjalankan ibadah sepanjang Ramadan.
Konteks Bencana dan Bantuan Lebih Luas
Pascabencana banjir, Mulkana mengaku sempat bingung bagaimana Meugang akan dilaksanakan. Namun, kiriman sapi dari presiden telah menjawab kekhawatiran tersebut. Bantuan ini merupakan bagian dari program yang lebih besar, di mana Presiden Prabowo Subianto menyalurkan bantuan sebesar Rp 72,75 miliar untuk pembelian sapi dan distribusi daging di 19 kabupaten kota di Aceh, termasuk Simeulue yang terdampak gempa. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan bahwa daging sapi tersebut dibagikan pada 18 Februari 2026, sehari sebelum bulan puasa, dengan target menjangkau 3.042 desa di Aceh.
Harapan dan Doa untuk Keberkahan
Mulkana berharap daging yang dikonsumsi akan menjadi energi yang menguatkan ibadah para santri dan guru. "Mudah-mudahan apa yang dimakan nanti akan menjadi energi yang menguatkan ibadah mereka dan semangat menyambut Ramadan. Ini karena Meugang tidak pernah terlewatkan oleh kami, warga Aceh," harapnya. Dia juga mengucapkan terima kasih dan mendoakan agar bantuan tersebut menjadi amal jariah yang penuh keberkahan, menandaskan pentingnya solidaritas dalam menjaga tradisi lokal di tengah tantangan bencana.