Rey, Pelajar Samarinda, Habiskan 10 Bulan di Alaska Lewat Program YES
Pelajar Samarinda Habiskan 10 Bulan di Alaska

Muhammad Rafi Faris Fadillah, yang akrab disapa Rey, seorang pelajar asal Samarinda, Kalimantan Timur, baru saja mengakhiri masa tinggalnya di negara bagian Alaska, Amerika Serikat, setelah menjalani program pertukaran pelajar selama 10 bulan. Kesempatan ini diraih Rey setelah terpilih dalam seleksi ketat dari Departemen Luar Negeri Amerika Serikat melalui program Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study (YES).

Pengalaman Tak Terlupakan di Alaska

Selama periode tersebut, Rey tinggal bersama keluarga angkat atau host family yang membimbingnya selama di Negeri Paman Sam. Meskipun peserta program tidak dapat memilih kota tujuan maupun keluarga angkat, Rey mengaku sempat menuliskan dalam formulir pendaftaran bahwa ia ingin merasakan pengalaman menyentuh salju. Keinginannya pun terwujud saat ditempatkan di Alaska, yang terkenal dengan salju dan suhu dinginnya.

Proses Seleksi Program YES

Program YES merupakan inisiatif dari Departemen Luar Negeri AS yang bertujuan mempererat hubungan antarbudaya. Seleksi peserta dilakukan secara ketat dan transparan. Rey, yang merupakan siswa MAN 2 Samarinda, berhasil melewati berbagai tahapan seleksi. Ia mengaku sangat bersyukur karena impiannya untuk mengalami musim salju dapat terwujud.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Selama 10 bulan, Rey tidak hanya belajar di sekolah setempat, tetapi juga aktif dalam kegiatan komunitas dan berbagi budaya Indonesia kepada warga Alaska. Pengalaman ini memberinya wawasan baru tentang kehidupan di daerah dengan iklim ekstrem.

Rey berharap pengalamannya dapat menginspirasi pelajar lain di Indonesia untuk berani bermimpi dan meraih kesempatan serupa. Program YES, menurutnya, membuka pintu untuk memahami dunia lebih luas dan memperkuat persahabatan antarbangsa.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga