Wapres Gibran Dukung Program AI Ready ASEAN di Jawa Tengah, Sinergi Lintas Sektor Diperkuat
Wapres Gibran Dukung AI Ready ASEAN di Jateng, Sinergi Lintas Sektor

Wapres Gibran Dukung Program AI Ready ASEAN di Jawa Tengah, Sinergi Lintas Sektor Diperkuat

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka memberikan dukungan penuh terhadap program AI Ready ASEAN yang dijalankan melalui kolaborasi antara ASEAN Foundation dan Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng). Dalam keterangannya pada Senin, 23 Februari 2026, Gibran menegaskan bahwa pelatihan ini mencerminkan sinergi antarpihak untuk bersama-sama mendorong pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) yang aman dan beretika.

Kolaborasi Strategis untuk Literasi AI

Gibran menyatakan, "Pemerintah menyambut baik berbagai inisiatif dan kerja sama lintas sektor, seperti yang dilakukan ASEAN Foundation bersama Polda Jawa Tengah dalam memberikan pelatihan teknis AI bagi siswa serta pelatihan AI bagi para trainer. Kolaborasi ini mencerminkan sinergi dalam mendorong pemanfaatan teknologi, termasuk AI, secara aman, adaptif, dan beretika." Kerja sama ini akan menghadirkan rangkaian In-depth Training AI, kampanye Raising Awareness of AI, serta Training of Trainers (ToT) pada periode Februari hingga April 2026 di sejumlah wilayah Jawa Tengah.

Penandatanganan MoU dan Dukungan Institusional

Dukungan terhadap program ini diwujudkan melalui fasilitasi penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara ASEAN Foundation dan Polda Jateng. Acara penandatanganan digelar di Kantor Sekretariat Wapres di Jakarta Pusat pada Jumat, 13 Februari 2026, dan difasilitasi oleh Staf Khusus Wapres Achmad Aditya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dalam sambutannya, Achmad Aditya menilai kolaborasi ini sebagai terobosan yang patut diapresiasi. Ia menjelaskan, "Yang dilakukan ini adalah hal yang sangat luar biasa. Mungkin orang tidak terpikir, kok bisa bekerja sama dengan kepolisian. Namun justru ini langkah penting, tidak hanya membahas substansi AI, tetapi juga etikanya. Pemanfaatan AI bisa berkembang sangat cepat, sehingga pemahaman yang benar menjadi kunci."

Potensi Digital Indonesia dan Pentingnya Etika

Executive Director ASEAN Foundation, Piti Srisangnam, menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi digital di kawasan ASEAN. Namun, ia mengingatkan bahwa percepatan adopsi teknologi harus diiringi dengan peningkatan literasi dan pemahaman etis di masyarakat.

Piti menyatakan, "Indonesia merupakan salah satu negara di ASEAN dengan potensi digital yang besar. Pemanfaatan AI dapat menjadi pendorong produktivitas, daya saing, dan pembangunan. Namun manfaat tersebut hanya optimal jika diiringi literasi dan pemahaman yang memadai. Melalui Program AI Ready ASEAN, kami berupaya membekali masyarakat dengan keterampilan dan pemahaman etis agar AI dimanfaatkan secara bertanggung jawab untuk mendorong pembangunan yang inklusif."

Komitmen Polda Jateng dalam Era Digital

Dari jajaran Polda Jateng, Kapolda Ribut Hari Wibowo melalui perwakilannya, Kepala Biro Operasi Polda Jateng Basya Radyananda, menegaskan bahwa penandatanganan MoU ini bukan sekadar formalitas administratif. Ia menyebut kerja sama tersebut sebagai wujud komitmen moral dan kelembagaan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di era digital.

Basya Radyananda mengatakan, "Kami percaya niat baik yang dipandu tata kelola yang rapi, koordinasi yang kuat, serta evaluasi yang jujur akan menghasilkan dampak besar. Mari jadikan kerja sama ini sebagai contoh bahwa keamanan, pendidikan, dan teknologi dapat berjalan beriringan untuk membangun masyarakat Jawa Tengah yang semakin cerdas, tangguh, dan beradab di ruang digital."

Rencana Implementasi dan Jangkauan Program

Pelaksanaan program ini mencakup In-depth Training AI yang ditargetkan menjangkau sekitar 8.000 peserta, terdiri atas pemuda dan orang tua di enam karesidenan di Jawa Tengah, yaitu:

  • Semarang
  • Pati
  • Pekalongan
  • Banyumas
  • Kedu
  • Surakarta

Untuk memperluas jangkauan edukasi, program ini juga dilengkapi dengan kampanye Raising Awareness of AI yang ditargetkan menjangkau lebih dari 140.000 penerima manfaat, termasuk siswa, mahasiswa, komunitas, dan masyarakat umum.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga

Kehadiran Para Pihak Terkait

Turut hadir dalam kesempatan penandatanganan MoU tersebut antara lain Kabid Hukum Polda Jateng Jansen Sitohang, Head of Communications of the ASEAN Foundation Anthoni Octaviano, serta Ketua Presidium MAFINDO (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia) Septiaji Eko Nugroho. Kehadiran mereka menegaskan dukungan luas dari berbagai sektor terhadap inisiatif literasi AI ini.