Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dalam Reformasi Pendidikan Nasional
Prabowo Target Renovasi 300 Ribu Sekolah dalam Reformasi Pendidikan

Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dalam Reformasi Pendidikan Nasional

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk melakukan reformasi besar-besaran di sektor pendidikan Indonesia, dengan fokus pada perbaikan infrastruktur fisik sekolah dan transformasi sistem pembelajaran melalui digitalisasi secara nasional. Dalam dialog yang tayang pada Sabtu (213), Prabowo mengungkapkan target ambisius pemerintah untuk merenovasi 300 ribu unit sekolah dalam kurun waktu lima tahun ke depan.

Percepatan Program Renovasi Sekolah

Prabowo menjelaskan bahwa pemerintah sedang mempercepat program renovasi sekolah, dengan pencapaian yang meningkat signifikan dari tahun ke tahun. "Tahun lalu kita hanya mampu 17 ribu sekolah. Tahun ini 70 ribu sekolah. Tahun depan saya ingin naik 90 ribu sekolah. Lima tahun saya ingin selesaikan 300 ribu sekolah," ujar Presiden dalam pernyataannya. Target ini mencerminkan upaya serius untuk mengatasi masalah infrastruktur pendidikan yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Digitalisasi Pembelajaran dan Distribusi Perangkat Interaktif

Selain perbaikan fisik, pemerintah juga gencar melakukan transformasi sistem pembelajaran melalui digitalisasi di seluruh sekolah di Tanah Air. Prabowo mengungkapkan bahwa lebih dari 288 ribu unit papan pintar interaktif (Interactive Flat Panel) telah didistribusikan hingga ke daerah 3T. Perangkat ini dilengkapi dengan materi pembelajaran yang komprehensif, memungkinkan siswa memahami pelajaran secara lebih interaktif dan efektif. "Di tiap interactive ini ada software yang kita isi, hampir semua silabus pelajaran ada di situ. Jadi habis satu kelas pelajaran, kalau guru ingin ulangi, ada," jelasnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Mengatasi Ketimpangan Kualitas Guru dengan Sistem Pengajaran Terpusat

Lebih lanjut, Prabowo mengungkapkan bahwa pemerintah menyiapkan sistem pengajaran terpusat untuk mengatasi ketimpangan kualitas guru di berbagai daerah. "Nanti kita punya studio, guru-guru terbaik akan ngajar di sekolah yang tidak ada guru matematika, yang tidak ada guru bahasa Inggris, dia dapat pelajaran. Dan Interactive, kita bisa monitor di kelas," jelasnya. Sistem ini diharapkan dapat memastikan akses pendidikan berkualitas merata, mengurangi kesenjangan antara daerah perkotaan dan pedalaman.

Reformasi Pendidikan sebagai Strategi Peningkatan SDM

Presiden menegaskan bahwa reformasi pendidikan ini merupakan bagian dari strategi besar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia di tengah perkembangan teknologi global. "Ini lompatan-lompatan dalam langkah human capital," tegas Prabowo. Menurutnya, pendidikan menjadi kunci utama dalam meningkatkan produktivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, dengan investasi dalam infrastruktur dan teknologi pembelajaran sebagai fondasi untuk menciptakan generasi yang kompetitif di era digital.

Dengan target renovasi 300 ribu sekolah dan digitalisasi pembelajaran, pemerintah berupaya menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik dan inklusif bagi seluruh siswa Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat peningkatan kualitas pendidikan nasional, mendukung visi Indonesia maju di masa depan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga