Gus Ipul Soroti Peran Negara untuk Anak-anak Rentan di Kebumen
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menyampaikan pesan kuat tentang kehadiran negara bagi anak-anak dari keluarga rentan saat mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 44 di Kabupaten Kebumen. Kunjungan ini menjadi momen emosional sekaligus penuh harapan, di mana Gus Ipul berinteraksi langsung dengan siswa-siswa yang menjadi bukti nyata program pemerintah.
Dialog Menyentuh dengan Anang, Bocah Yatim Penuh Semangat
Di tengah riuh tepuk tangan dan senyum bahagia anak-anak, Gus Ipul memanggil Anang Irawan, seorang bocah berusia 9 tahun yang baru saja tampil dalam paduan suara. Dengan seragam yang sedikit kebesaran dan suara yang masih polos, Anang menjawab pertanyaan Gus Ipul dengan anggukan pelan dan kata sederhana: "Senang."
Jawaban itu membuat Gus Ipul terdiam sejenak sebelum berujar, "Anak-anak seperti Anang inilah yang harus diperhatikan negara." Anang adalah anak yatim yang ibunya meninggal lima tahun lalu. Ia tinggal bersama ayahnya, Kodrat (52), yang bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu.
Kodrat mengungkapkan perubahan positif pada anaknya sejak bergabung dengan SRT. "Dulu Anang lebih sering main, kurang terarah. Sekarang lebih mandiri. Saya merasa sangat terbantu," katanya dengan haru.
Makna Sekolah Rakyat bagi "The Invisible People"
Gus Ipul menjelaskan konsep "the invisible people" yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto. "Mereka ada di sekitar kita. Tapi kadang tidak terlihat. Tidak tercatat. Tidak terdengar," jelasnya. Keluarga seperti Anang dan ayahnya merupakan bagian dari kelompok yang belum sepenuhnya tersentuh proses pembangunan.
"Bapak Presiden Prabowo memberi atensi serius pada mereka. Salah satu strateginya adalah menghadirkan Sekolah Rakyat. Negara harus hadir untuk anak-anak seperti Anang," tegas Gus Ipul.
Kisah Getir Erni yang Kembali Bersekolah
Tak hanya Anang, Gus Ipul juga mengajak Erni (14) naik ke panggung bersama pamannya yang bekerja sebagai kuli bangunan. Dialog singkat itu mengungkap kisah pilu: Erni ditinggalkan orang tuanya sejak bayi dan kini dirawat oleh pamannya.
Gus Ipul menyampaikan pesan kepada pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang hadir: "Ini adalah the invisible people yang teman-teman harus dengar, harus lihat, dan harus catat." Ia menegaskan bahwa kisah Erni mencerminkan amanat konstitusi.
"Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. Salah satunya lewat Sekolah Rakyat ini," ujar Gus Ipul. Erni sendiri mengaku senang bisa kembali sekolah setelah sempat putus satu tahun usai lulus SD. Kini ia tinggal di asrama SRT 44 dan aktif mengikuti kegiatan belajar.
Transformasi Nyata di Sekolah Rakyat Terintegrasi
Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat belajar akademik. Di sini, anak-anak tinggal di asrama, makan bersama, dibimbing setiap hari, serta dibentuk karakter dan keterampilannya. Dalam satu semester berjalan, perubahan sudah tampak nyata.
"Sekarang kita lihat mereka lebih segar, lebih percaya diri, dan menatap masa depan dengan optimistis," ucap Gus Ipul. Bupati Kebumen Lilis Nuryani yang turut hadir mengakui transformasi tersebut.
"Anak-anak kita sekarang lebih berani bermimpi. Bahkan sudah ada yang meraih prestasi nasional," tutur Lilis dengan bangga.
Dukungan Komprehensif untuk 100 Siswa
SRT 44 Kebumen saat ini membina 100 siswa, terdiri dari 50 siswa SD dan 50 siswa SMP. Kegiatan belajar dan pengasuhan didukung oleh:
- 10 guru yang berdedikasi
- 16 wali asuh yang penuh perhatian
- 6 wali asrama yang mengawasi keseharian
Dalam acara kunjungan tersebut, para siswa menampilkan beragam atraksi yang mengesankan, mulai dari tari tradisional, pidato dalam bahasa Inggris, Arab, dan Jepang, hingga paduan suara dan pertunjukan teater.
Dukungan Penuh dari Seluruh Pihak
Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak yang menunjukkan komitmen bersama terhadap pendidikan anak-anak rentan, antara lain:
- Wakil Bupati Kebumen Zaeni Miftah
- Anggota DPRD Jawa Tengah Reza Mahardika
- Jajaran pejabat tinggi madya Kementerian Sosial
- Jajaran Forkopimda Kabupaten Kebumen
- Pilar-pilar sosial di Kabupaten Kebumen
Kehadiran mereka memperkuat pesan bahwa kepedulian terhadap anak-anak yang selama ini "tak terlihat" membutuhkan sinergi dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintah.